Rabu, 05 Agustus 2026

Erupsi Gunung Fuego Paksa Ribuan Warga Guatemala Mengungsi

Erupsi Gunung Fuego Paksa Ribuan Warga Guatemala Mengungsi

Gunung Fuego, salah satu gunung berapi paling aktif di Amerika Tengah, kembali mengalami erupsi yang memaksa ribuan warga di Guatemala mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Aktivitas vulkanik meningkat sejak awal pekan dengan semburan abu vulkanik, aliran lava, serta awan panas yang mengarah ke sejumlah lereng gunung. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Guatemala melalui otoritas penanggulangan bencana menetapkan status siaga tinggi dan memerintahkan evakuasi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah berisiko.

Proses evakuasi dilakukan terhadap ribuan penduduk dari beberapa desa di sekitar Gunung Fuego. Mereka dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang telah disiapkan pemerintah. Selain mengungsikan warga, pihak berwenang juga menutup sejumlah sekolah dan ruas jalan utama yang berada di sekitar kawasan terdampak untuk mengurangi risiko akibat hujan abu maupun potensi aliran material vulkanik.

Selain aliran lava, erupsi Gunung Fuego menghasilkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi ke atmosfer dan menyebar ke sejumlah wilayah di sekitarnya. Otoritas memperingatkan bahwa aktivitas gunung masih dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat diminta tetap mematuhi arahan evakuasi dan tidak mendekati zona berbahaya. Para ahli vulkanologi juga mengingatkan bahwa hujan yang diperkirakan turun dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu lahar yang dapat mengancam permukiman di sekitar lereng gunung.

Erupsi terbaru ini kembali mengingatkan masyarakat Guatemala pada bencana besar Gunung Fuego pada tahun 2018 yang menewaskan ratusan orang dan menghancurkan sejumlah permukiman. Pengalaman tersebut membuat pemerintah bergerak lebih cepat dalam melakukan evakuasi dini untuk meminimalkan risiko korban jiwa apabila aktivitas vulkanik terus meningkat. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat erupsi terbaru, namun pemantauan intensif masih terus dilakukan selama 24 jam.

Pemerintah Guatemala bersama lembaga kebencanaan dan tim vulkanologi terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Fuego. Warga yang berada di sekitar kawasan rawan diminta tetap berada di tempat penampungan hingga kondisi dinyatakan aman. Sementara itu, otoritas juga menyiapkan bantuan logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi guna memastikan keselamatan mereka selama masa tanggap darurat.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/erupsi-gunung-fuego-paksa-ribuan-warga-guatemala-mengungsi

Hadirkan dr. Aisah Dahlan, UMHT Gelar Seminar 'Membangun Mental Baja di Era Digital' untuk Gen Z

Hadirkan dr. Aisah Dahlan, UMHT Gelar Seminar 'Membangun Mental Baja di Era Digital' untuk Gen Z

Universitas MH Thamrin sukses menyelenggarakan seminar bertajuk "Membangun Mental Baja di Era Digital: Seni Melatih Ketangguhan Gen Z" dengan menghadirkan pakar neurosains dan motivator pendidikan, dr. Aisah Dahlan, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Universitas MH Thamrin ini mendapat antusiasme dari mahasiswa, calon mahasiswa, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum yang ingin memahami pentingnya membangun ketangguhan mental di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Seminar ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Di era digital, tantangan seperti tekanan akademik, persaingan dunia kerja, hingga derasnya arus informasi menuntut setiap individu memiliki mental yang kuat, kemampuan beradaptasi, serta kecerdasan dalam mengelola emosi. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk terus mengembangkan karakter positif, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman dengan sikap yang tangguh dan produktif.

Bersamaan dengan penyelenggaraan seminar, Universitas MH Thamrin juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung menjadi mahasiswa baru melalui berbagai jalur penerimaan. Pendaftaran tersedia untuk Jalur Reguler bagi lulusan SMA melalui https://pmb-kerjasama.thamrin.ac.id/daftar/m1tUGW0Vtml55u1sLdVIBbeGyUvKr5xF, Jalur Lanjutan D3 ke S1 melalui https://pmb-kerjasama.thamrin.ac.id/daftar/K93cPtAOR1OtfizQNXCP3vr8OfbxbOTA, Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 bagi lulusan SMA dengan pengalaman kerja minimal lima tahun melalui https://pmb-kerjasama.thamrin.ac.id/daftar/maK1MgMZHq73tpcNmjZEvO5VwWVaDLSN, Program Magister (S2) melalui https://pmb-kerjasama.thamrin.ac.id/daftar/3npsC9YzMK1iM1RhSE3o5lmLaN3ap7ZU, Program RPL S2 bagi lulusan minimal S1 yang memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun melalui https://pmb-kerjasama.thamrin.ac.id/daftar/fS9sDEbv1WO7jXfrPZ6xCjUP4B0jL2Wg, serta Program Profesi bagi lulusan S1 Keperawatan atau S1 Kebidanan melalui https://pmb-kerjasama.thamrin.ac.id/daftar/lXQ9ZWHWvO9VTkoJg2UEFWqSWozOUQp0.

Melalui seminar inspiratif ini, Universitas MH Thamrin kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya membekali peserta dengan wawasan mengenai pentingnya ketangguhan mental di era digital, universitas juga membuka akses pendidikan yang fleksibel melalui berbagai jenjang dan jalur penerimaan, sehingga semakin banyak masyarakat dapat melanjutkan studi sesuai latar belakang pendidikan maupun pengalaman kerja yang dimiliki.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hadirkan-dr-aisah-dahlan-umht-gelar-seminar-membangun-mental-baja-di-era-digital-untuk-gen-z

AI Karya Anak Bangsa Bikin Heboh, Mampu Deteksi Jalan Rusak dalam Hitungan Detik

AI Karya Anak Bangsa Bikin Heboh, Mampu Deteksi Jalan Rusak dalam Hitungan Detik

Indonesia kembali menunjukkan kemajuan di bidang teknologi melalui inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan oleh Agus Mulyanto, dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN). Teknologi ini mampu mendeteksi kerusakan jalan secara otomatis hanya dalam hitungan detik dengan memanfaatkan teknologi computer vision dan deep learning. Inovasi tersebut merupakan bagian dari disertasi doktoralnya di Universitas Indonesia dan menjadi salah satu contoh penerapan AI untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Pengembangan sistem ini bertujuan untuk membantu proses inspeksi jalan yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual. Dengan memanfaatkan kamera digital dan algoritma AI, sistem dapat mengenali berbagai jenis kerusakan, seperti retakan, lubang, maupun deformasi permukaan jalan secara lebih cepat dan akurat.

Teknologi yang dikembangkan bekerja dengan menganalisis citra jalan yang diambil melalui kamera pada kendaraan atau perangkat bergerak. Selanjutnya, algoritma AI memproses gambar tersebut untuk mengidentifikasi lokasi, tingkat kerusakan, dan jenis kerusakan secara otomatis. Hasil analisis dapat diperoleh dalam waktu singkat sehingga petugas tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan visual secara menyeluruh di setiap ruas jalan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi inspeksi sekaligus menghasilkan data yang lebih konsisten dibandingkan metode konvensional.

Indonesia memiliki jutaan kilometer jaringan jalan yang membutuhkan pemantauan secara berkala. Kehadiran teknologi AI seperti ini dapat membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan yang terdeteksi. Selain menghemat waktu, sistem berbasis AI juga berpotensi menekan biaya operasional karena inspeksi dapat dilakukan lebih cepat dengan sumber daya yang lebih efisien. Data hasil analisis juga dapat diintegrasikan dengan sistem informasi geografis (GIS) dan platform manajemen aset jalan sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih tepat sasaran.

Keberhasilan pengembangan AI untuk deteksi kerusakan jalan menunjukkan bahwa peneliti Indonesia mampu menghasilkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana kecerdasan buatan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri digital, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Dengan semakin berkembangnya riset AI di Indonesia, peluang pemanfaatannya diperkirakan akan semakin luas, mulai dari pemantauan jembatan, pengelolaan transportasi, hingga pengembangan kota cerdas (smart city). Inovasi karya anak bangsa seperti ini diharapkan dapat memperkuat daya saing Indonesia di bidang teknologi sekaligus mendorong lahirnya solusi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ai-karya-anak-bangsa-bikin-heboh-mampu-deteksi-jalan-rusak-dalam-hitungan-detik

Fenomena Cuaca Ekstrem 2026, Apa yang Harus Dipersiapkan Masyarakat?

Fenomena Cuaca Ekstrem 2026, Apa yang Harus Dipersiapkan Masyarakat?

Fenomena Cuaca Ekstrem Masih Mengancam pada 2026

Fenomena cuaca ekstrem diperkirakan masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia sepanjang 2026. Perubahan pola cuaca yang dipengaruhi oleh dinamika iklim global berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang di beberapa wilayah, sementara daerah lain dapat mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkala mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini. Informasi tersebut sangat penting agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing.

Dampak yang Perlu Diwaspadai

Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Di bidang pertanian, musim kemarau yang berkepanjangan dapat mengurangi ketersediaan air untuk irigasi, sementara hujan lebat berpotensi merusak lahan pertanian dan menyebabkan gagal panen. Di kawasan perkotaan, curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko banjir akibat kapasitas drainase yang terbatas.

Selain itu, cuaca ekstrem juga dapat mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, dan udara. Gelombang tinggi di perairan, angin kencang, serta jarak pandang yang menurun menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Persiapan yang Dapat Dilakukan Masyarakat

Menghadapi cuaca ekstrem memerlukan kesiapsiagaan sejak dini. Masyarakat disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, membersihkan saluran air di lingkungan sekitar, serta memastikan kondisi atap, pohon, dan instalasi listrik dalam keadaan aman. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir atau longsor, penting untuk mengetahui jalur evakuasi dan menyiapkan perlengkapan darurat, seperti obat-obatan, makanan siap saji, air bersih, senter, serta dokumen penting yang disimpan dalam wadah kedap air.

Di sektor pertanian, penyesuaian jadwal tanam dan penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca menjadi salah satu langkah adaptasi yang dapat mengurangi risiko kerugian.

Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Mitigasi dampak cuaca ekstrem tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Edukasi mengenai mitigasi risiko, penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan kualitas infrastruktur menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak cuaca ekstrem.

Dengan memahami potensi risiko dan melakukan langkah-langkah antisipatif sejak awal, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca sepanjang 2026. Kesiapsiagaan yang baik tidak hanya membantu melindungi keselamatan jiwa, tetapi juga meminimalkan kerugian ekonomi dan sosial akibat bencana hidrometeorologi.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/fenomena-cuaca-ekstrem-2026-apa-yang-harus-dipersiapkan-masyarakat

Indonesia dan Thailand Perkuat Kerja Sama Pendidikan 2026, Peluang Emas bagi Mahasiswa untuk Go Global

Indonesia dan Thailand Perkuat Kerja Sama Pendidikan 2026, Peluang Emas bagi Mahasiswa untuk Go Global

indonesia dan Thailand kembali mempererat hubungan di bidang pendidikan melalui program Business Delegation for Education Services 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan ASEAN melalui penguatan kerja sama antarperguruan tinggi, lembaga pendidikan, serta pelaku industri pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang akademik sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat regional maupun global. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum, penelitian bersama, hingga penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi internasional. Dengan semakin eratnya hubungan antarinstitusi pendidikan, mahasiswa dari kedua negara memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pengalaman belajar lintas budaya dan memperluas jejaring akademik.

Bagi mahasiswa Indonesia, kolaborasi ini menghadirkan sejumlah peluang yang dapat mendukung pengembangan kompetensi. Program pertukaran pelajar memungkinkan mahasiswa merasakan pengalaman belajar di kampus luar negeri, memahami budaya baru, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dalam lingkungan internasional. Selain itu, kerja sama riset antara perguruan tinggi Indonesia dan Thailand membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Di era globalisasi, dunia kerja semakin membutuhkan lulusan yang memiliki pengalaman internasional, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan lintas budaya. Melalui kerja sama pendidikan ini, mahasiswa berpeluang memperoleh sertifikasi internasional, mengikuti seminar dan konferensi bersama, hingga membangun jaringan profesional dengan mahasiswa maupun akademisi dari negara lain. Kolaborasi ini juga mendukung pengembangan kompetensi di berbagai bidang strategis, seperti teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), bisnis internasional, kesehatan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi persaingan di pasar kerja ASEAN maupun global.

Kerja sama antara Indonesia dan Thailand menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan di kawasan ASEAN. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperluas mobilitas akademik, serta mendorong lahirnya inovasi melalui kolaborasi lintas negara.

Bagi mahasiswa, peluang ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun pengalaman internasional yang bernilai tinggi. Seiring meningkatnya kerja sama antarnegara di bidang pendidikan, mahasiswa Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program yang tersedia untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang karier di masa depan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/indonesia-dan-thailand-perkuat-kerja-sama-pendidikan-2026-peluang-emas-bagi-mahasiswa-untuk-go-global