Minggu, 11 Oktober 2026

Uang Masuk Terus, Tapi Untungnya ke Mana? Ini Pentingnya Sistem Kasir yang Tertata

Uang Masuk Terus, Tapi Untungnya ke Mana? Ini Pentingnya Sistem Kasir yang Tertata

Menjalankan usaha bukan sekadar melayani pembeli dan menerima pembayaran. Di balik transaksi yang terlihat sederhana, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pencatatan penjualan, pengelolaan stok barang, hingga perhitungan pendapatan harian. Jika semuanya masih dilakukan secara manual tanpa pencatatan yang rapi, pemilik usaha bisa kesulitan mengetahui kondisi bisnis yang sebenarnya.

Sistem kasir memiliki peran penting untuk membantu proses transaksi menjadi lebih teratur. Pencatatan yang konsisten memudahkan pemilik usaha memeriksa barang yang terjual, memantau persediaan, serta mengevaluasi hasil penjualan. Dengan data yang tersusun baik, keputusan bisnis dapat dibuat berdasarkan catatan yang jelas, bukan sekadar perkiraan. Karena itu, penggunaan sistem kasir digital menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan efisiensi operasional.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Aposerba, aplikasi kasir digital yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola transaksi dengan lebih praktis. Melalui sistem kasir digital, proses pencatatan penjualan dapat dilakukan secara lebih terstruktur sehingga pemilik usaha lebih mudah memantau aktivitas transaksi. Aposerba dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM yang ingin mulai beralih dari pencatatan manual menuju pengelolaan usaha berbasis digital.

Dengan memanfaatkan Aposerba, pelaku usaha dapat membangun kebiasaan pencatatan yang lebih tertib dan mengurangi ketergantungan pada perhitungan manual. Langkah ini dapat membantu pemilik usaha mengevaluasi penjualan serta mengelola operasional sehari-hari dengan lebih terarah. Bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnis secara bertahap, penggunaan aplikasi kasir digital seperti Aposerba bisa menjadi langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih modern. Informasi lebih lanjut mengenai Aposerba dapat dilihat melalui situs resminya di https://aposerba.com/.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/uang-masuk-terus-tapi-untungnya-ke-mana-ini-pentingnya-sistem-kasir-yang-tertata

Mandalika Bukan Cuma Balapan! Bezzecchi Menang, Pesona Wisata Lombok Jadi Sorotan Dunia

Mandalika Bukan Cuma Balapan! Bezzecchi Menang, Pesona Wisata Lombok Jadi Sorotan Dunia

LOMBOK TENGAH — Sirkuit Pertamina Mandalika kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah Marco Bezzecchi berhasil memenangkan balapan utama MotoGP Indonesia 2026 pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pembalap Aprilia Racing tersebut menyelesaikan 27 putaran dengan waktu 40 menit 46,582 detik, disusul Raul Fernandez di posisi kedua dan Jorge Martin di posisi ketiga. Hasil ini menjadi pencapaian istimewa bagi Aprilia karena empat pembalap yang menggunakan motornya menguasai empat posisi teratas. Sementara itu, Marc Marquez harus puas finis di urutan keenam.

Keseruan akhir pekan balap tidak hanya terjadi di kelas MotoGP. Di kelas Moto3, Maximo Quiles meraih kemenangan sekaligus memastikan gelar juara dunia Moto3 2026 meski musim masih menyisakan lima putaran. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menyelesaikan balapan di posisi keenam. Hasil tersebut menjadi salah satu cerita menarik bagi penggemar balap Tanah Air, karena Veda mampu bersaing dengan para pembalap muda dunia di hadapan penonton Indonesia.

Namun, Mandalika bukan hanya tentang deru mesin dan persaingan di lintasan. Kawasan wisata di Lombok Tengah ini juga menawarkan pantai berpasir putih, perbukitan hijau, dan pemandangan Samudra Hindia. Wisatawan dapat mengunjungi Pantai Kuta Mandalika, Pantai Tanjung Aan, Pantai Seger, hingga Bukit Merese untuk menikmati panorama laut dari ketinggian. Perpaduan olahraga internasional dan keindahan alam tersebut membuat Mandalika memiliki daya tarik bagi pengunjung yang ingin melanjutkan perjalanan setelah menyaksikan balapan.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyebut penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencatat lebih dari 150 ribu pengunjung, dengan dampak ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Aktivitas selama acara berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari hotel, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski demikian, manfaat tersebut perlu terus dijaga agar juga dirasakan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Dengan kemenangan Bezzecchi dan daya tarik alam yang dimiliki Lombok, Mandalika kembali memperlihatkan bahwa ajang olahraga internasional dapat berjalan beriringan dengan promosi pariwisata Indonesia.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mandalika-bukan-cuma-balapan-bezzecchi-menang-pesona-wisata-lombok-jadi-sorotan-dunia

Viral Video Perundungan di Asrama Telkom University, Berujung DO! Kok Bisa Sesama Mahasiswa Baru?

Viral Video Perundungan di Asrama Telkom University, Berujung DO! Kok Bisa Sesama Mahasiswa Baru?

BANDUNG – Video dugaan perundungan terhadap seorang mahasiswa di asrama Telkom University, Bandung, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memicu kecaman warganet karena memperlihatkan tindakan berbahaya yang melibatkan semprotan cairan aerosol dan api di dekat korban. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat malam, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Kasus ini pun memunculkan pertanyaan mengenai keamanan mahasiswa yang tinggal di lingkungan kampus. Sumber: ANTARA dan Liputan6.

Pihak Telkom University menyatakan telah menindaklanjuti kejadian tersebut melalui Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, kampus menjatuhkan sanksi administratif akademik kepada dua mahasiswa yang terlibat. Salah satunya dikenai sanksi berat berupa drop out (DO), sedangkan rincian sanksi terhadap mahasiswa lainnya tidak diumumkan kepada publik demi menjaga privasi pihak terkait. Sumber: TVRI News, 11 Oktober 2026.

Wakil Rektor III Telkom University, Ratri Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta konseling untuk menjaga kondisi fisik dan mentalnya. Korban dan mahasiswa yang terlibat juga ditempatkan di area asrama berbeda untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan. Pihak kampus turut menegaskan bahwa dugaan perundungan tersebut tidak dilatarbelakangi dendam pribadi berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers. Sumber: ANTARA Jawa Barat, 11 Oktober 2026.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat mahasiswa belajar, berkembang, dan merasa aman, bukan tempat tindakan intimidasi dianggap sebagai candaan. Sanksi tegas memang menjadi bagian dari penanganan, tetapi upaya pencegahan, pengawasan asrama, dan keberanian melaporkan kekerasan juga tidak kalah penting. Publik kini menaruh perhatian pada bagaimana institusi pendidikan memastikan kejadian serupa tidak terulang dan setiap mahasiswa dapat menjalani kehidupan kampus tanpa rasa takut.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/viral-video-perundungan-di-asrama-telkom-university-berujung-do-kok-bisa-sesama-mahasiswa-baru

Ada Apa dengan Sekolah Ini? Siswi SMP di Sidrap Diduga Jadi Korban Perundungan

Ada Apa dengan Sekolah Ini? Siswi SMP di Sidrap Diduga Jadi Korban Perundungan

Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswi SMP Negeri 1 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial. Peristiwa yang diduga melibatkan 10 siswi itu disebut terjadi di dalam kelas saat jam istirahat pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pemberitaan mengenai kasus ini kemudian ramai disorot pada 10–12 Oktober 2026.

Dalam video yang beredar, korban terlihat dikelilingi sejumlah siswi. Beberapa di antaranya tampak menunjuk korban dan melontarkan perkataan kasar. Ada pula tindakan menarik jilbab dan mendorong kepala korban. Menurut keterangan kepala sekolah yang dikutip media, para siswi yang diduga terlibat berasal dari kelas VII dan IX. Dugaan pemicu kejadian berkaitan dengan kesalahpahaman atau isu di antara para siswa, tetapi penyebab pastinya belum dapat dipastikan karena keterangan yang diberikan masih berbeda-beda.

Pihak sekolah menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta orang tua siswa terkait. Sementara itu, orang tua korban dilaporkan telah membuat laporan resmi kepada polisi dan memilih agar perkara tersebut diproses melalui jalur hukum. Polisi melalui unit yang menangani perlindungan perempuan dan anak masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perundungan di lingkungan pendidikan bukan persoalan sepele yang dapat dianggap sebagai candaan antarteman. Sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa untuk belajar tanpa rasa takut atau tertekan. Penanganan yang serius, pendampingan psikologis bagi korban, serta keterlibatan orang tua dan pihak berwenang sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang. Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan identitas anak-anak yang terlibat atau menghakimi siapa pun sebelum proses pemeriksaan selesai.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ada-apa-dengan-sekolah-ini-siswi-smp-di-sidrap-diduga-jadi-korban-perundungan

Berhari-hari Melawan Api, Relawan Tanjung Puting Angkat Tangan! Kini Mereka Meminta Bantuan dari Udara

Berhari-hari Melawan Api, Relawan Tanjung Puting Angkat Tangan! Kini Mereka Meminta Bantuan dari Udara

KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan setelah para relawan menyampaikan surat terbuka kepada pemerintah. Video permohonan bantuan tersebut beredar luas di media sosial sejak Minggu, 11 Oktober 2026, dan dilaporkan telah meraih lebih dari 4 juta penayangan. Para relawan mengaku kewalahan menghadapi kobaran api yang sulit dikendalikan, terutama di zona inti kawasan konservasi yang menjadi habitat orangutan.

Relawan gabungan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat akhirnya memutuskan menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman di lapangan. Perwakilan relawan, Moncos, menyebut berbagai upaya telah dilakukan selama berhari-hari, tetapi hasilnya dinilai belum signifikan. Keputusan tersebut bukan berarti kebakaran telah selesai ditangani, melainkan menunjukkan bahwa kemampuan relawan di lapangan telah mencapai batas dan membutuhkan dukungan operasional yang lebih memadai.

Melalui surat terbuka itu, para relawan meminta pemerintah segera meningkatkan penanganan, termasuk mengerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Namun, upaya pemadaman dari udara juga menghadapi kendala. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jarak pandang yang rendah akibat asap menghambat operasi helikopter. Kondisi ini membuat penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting membutuhkan strategi dan dukungan yang sesuai dengan keadaan di lapangan.

Persoalan ini bukan hanya tentang api yang membakar hutan, tetapi juga tentang kelangsungan habitat orangutan dan satwa liar lainnya. Kerusakan kawasan konservasi dapat mengancam ruang hidup satwa sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem. Desakan para relawan pun menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla memerlukan langkah nyata, koordinasi lintas instansi, serta dukungan peralatan dan logistik yang memadai. Masyarakat kini menantikan langkah lanjutan pemerintah untuk memperkuat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas lebih jauh.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/berhari-hari-melawan-api-relawan-tanjung-puting-angkat-tangan-kini-mereka-meminta-bantuan-dari-udara