Jumat, 30 Oktober 2026

Bukan Sekadar Jago Menghitung! Calon Akuntan Perlu Naik Level dengan Pengalaman Praktik Digital

Bukan Sekadar Jago Menghitung! Calon Akuntan Perlu Naik Level dengan Pengalaman Praktik Digital

Dunia akuntansi terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas bisnis dan keuangan. Kemampuan menghitung serta memahami teori debit dan kredit memang menjadi dasar penting, tetapi calon akuntan juga dituntut mampu menghadapi proses pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan laporan secara sistematis. Tantangannya, memahami teori di ruang kelas terkadang belum cukup untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pekerjaan akuntansi berlangsung dalam lingkungan perusahaan sesungguhnya.

Pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenali berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari transaksi penjualan dan pembelian, pengelolaan persediaan, pencatatan jurnal, hingga penyusunan laporan keuangan. Dengan pengalaman praktik, pemahaman terhadap materi akuntansi tidak hanya berhenti pada hafalan rumus, tetapi berkembang menjadi keterampilan yang dapat diterapkan dalam dunia profesional.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ACC Learning by RuangDosen hadir sebagai platform laboratorium akuntansi digital yang dirancang untuk membantu mahasiswa mempraktikkan akuntansi, keuangan, dan perpajakan. Melalui aplikasi ini, mahasiswa dapat membuat perusahaan praktik, mencatat transaksi, mengelola jurnal umum, buku besar, hingga menghasilkan berbagai laporan keuangan. Setiap transaksi juga terhubung dengan sistem pencatatan jurnal berpasangan, sehingga pengguna dapat memahami bagaimana aktivitas operasional memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Tidak hanya membantu mahasiswa belajar secara mandiri, ACC Learning juga menyediakan fasilitas pendukung bagi dosen untuk membuat kasus praktikum, memberikan tugas, memantau perkembangan pengerjaan, hingga melakukan penilaian. Pendekatan ini membuat kegiatan pembelajaran lebih terarah karena mahasiswa dapat merasakan simulasi proses akuntansi, sementara dosen dapat memantau hasil praktik melalui sistem digital. Dengan konsep tersebut, ACC Learning menjadi salah satu alternatif menarik bagi sekolah dan perguruan tinggi yang ingin menghadirkan pengalaman belajar akuntansi lebih aplikatif, modern, dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui RuangDosen.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-jago-menghitung-calon-akuntan-perlu-naik-level-dengan-pengalaman-praktik-digital

Jangan Sampai Bisnis Untung di Kertas, Boncos di Kenyataan! Kenali Aposerba

Jangan Sampai Bisnis Untung di Kertas, Boncos di Kenyataan! Kenali Aposerba

Mengelola bisnis bukan hanya tentang seberapa banyak produk yang berhasil terjual setiap hari. Di balik aktivitas penjualan, ada hal penting yang sering menjadi tantangan pelaku UMKM, yaitu mengatur pemasukan, pengeluaran, keuntungan, hingga arus kas. Tanpa pencatatan yang teratur, pemilik usaha bisa kesulitan mengetahui kondisi keuangan sebenarnya. Bahkan, omzet yang terlihat besar belum tentu mencerminkan keuntungan yang diperoleh setelah seluruh biaya operasional diperhitungkan.

Dalam pengelolaan akuntansi dan keuangan, pencatatan transaksi menjadi dasar penting untuk mengevaluasi perkembangan usaha. Informasi mengenai penjualan, pengeluaran, harga beli produk, dan persediaan barang dapat membantu pemilik bisnis memahami perputaran uang dengan lebih baik. Karena itu, penggunaan teknologi digital menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual yang membutuhkan ketelitian dan waktu lebih banyak.

Menjawab kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang tidak hanya mendukung transaksi penjualan, tetapi juga menyediakan fitur keuangan dan akuntansi. Melalui satu platform, pengguna dapat mengelola laporan pemasukan, pengeluaran, serta ringkasan keuangan toko. Riwayat penjualan dan informasi persediaan juga dapat membantu pemilik usaha memperoleh gambaran aktivitas bisnis secara lebih terstruktur.

Bagi pelaku UMKM yang ingin mengelola keuangan secara lebih praktis, Aposerba dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pencatatan dan pemantauan usaha. Aplikasi ini juga menyediakan dasbor untuk melihat berbagai informasi operasional serta pilihan paket sesuai kebutuhan bisnis, termasuk uji coba gratis. Dengan memanfaatkan sistem digital, pemilik usaha dapat mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, sehingga keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi juga didukung data transaksi. Informasi lengkap dapat dilihat melalui situs resmi Aposerba.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jangan-sampai-bisnis-untung-di-kertas-boncos-di-kenyataan-kenali-aposerba

Sungai Simalagi Meluap, 32 Rumah Terendam Banjir di Mandailing Natal

Sungai Simalagi Meluap, 32 Rumah Terendam Banjir di Mandailing Natal

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Rabu (28/10/2026) menyebabkan Sungai Simalagi meluap dan membanjiri permukiman warga. Banjir terjadi di dua desa yang berada di kecamatan berbeda, yakni Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, dan Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Peristiwa tersebut membuat puluhan rumah warga terendam dan sejumlah aktivitas masyarakat sempat terganggu.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir mulai dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat sekitar pukul 18.00 WIB. Di Desa Binanga, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter. Secara keseluruhan, sebanyak 32 rumah warga terendam dan satu fasilitas ibadah turut terdampak. Akses jalan di sekitar lokasi juga sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan.

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dalam pembaruan BNPB pada 29 Oktober, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut dan jalan yang sebelumnya terendam sudah dapat kembali dilalui. Data yang tersedia belum mencantumkan nilai kerugian materiil secara keseluruhan, sehingga dampak ekonomi terhadap warga masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

Meski genangan mulai surut, ancaman banjir susulan tetap perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Pemerintah daerah melalui BPBD perlu melanjutkan pemantauan debit air, memastikan kesiapan personel dan peralatan evakuasi, serta menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat. BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sungai-simalagi-meluap-32-rumah-terendam-banjir-di-mandailing-natal

Kamis, 29 Oktober 2026

Promosi Tak Harus Bikin Tim Kewalahan, WA Blasting Bantu Bisnis Bergerak Lebih Cepat

Promosi Tak Harus Bikin Tim Kewalahan, WA Blasting Bantu Bisnis Bergerak Lebih Cepat

Di tengah persaingan bisnis digital, kecepatan menyampaikan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Mulai dari pengumuman produk baru, penawaran khusus, hingga pemberitahuan layanan, semuanya membutuhkan komunikasi yang praktis dan terarah. Jika setiap pesan harus dikirim satu per satu, pekerjaan bisa menyita waktu dan membuat tim kesulitan menangani kebutuhan bisnis lainnya.

WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha untuk berinteraksi dengan pelanggan. Namun, mengelola pengiriman pesan dalam jumlah besar membutuhkan sistem yang lebih terorganisasi. Teknologi otomatisasi dapat membantu bisnis menyederhanakan proses komunikasi, mengurangi pekerjaan berulang, dan menyusun penyampaian informasi secara lebih efisien.

Menjawab kebutuhan tersebut, WA Blasting dari PT Bengkel Web Indonesia (BWI) hadir sebagai solusi digital untuk membantu bisnis dan organisasi mengirimkan pesan WhatsApp secara massal. Melalui sistem terpusat, pengguna dapat memanfaatkan layanan ini untuk kebutuhan promosi, pengumuman, maupun notifikasi bisnis. Informasi mengenai produk dapat dilihat melalui halaman resmi WA Blasting BWI.

WA Blasting BWI juga menyediakan fitur pendukung seperti dashboard pemantauan status pengiriman, penjadwalan pesan, personalisasi isi pesan, serta integrasi API dan webhook sesuai kebutuhan sistem bisnis. Fitur tersebut membantu proses komunikasi menjadi lebih terukur dan memudahkan tim memantau pelaksanaan pengiriman. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, termasuk mengirim pesan kepada penerima yang telah memberikan persetujuan, WA Blasting dapat menjadi bagian dari strategi komunikasi digital yang lebih efektif dan profesional.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-tak-harus-bikin-tim-kewalahan-wa-blasting-bantu-bisnis-bergerak-lebih-cepat

Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

NGANJUK, Jawa Timur — Di tengah gempuran hiburan modern, anak muda di Kabupaten Nganjuk masih memilih merawat kesenian tradisional. Pada Rabu (28/10/2026), para pemain muda dari Sanggar Seni Eko Joyo menampilkan Jaranan Pogogan di Balai Budaya Mpu Sindok dalam Seminar Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Jaranan Pogogan Nganjuk. Kegiatan ini mengangkat tema Menjaga Tradisi, Meningkatkan Apresiasi.

Salah satu pemainnya, Rofiq Kurniawan, 22 tahun, mengaku bangga bisa ikut menjaga warisan kesenian daerah. Ia bersama para pemuda, remaja, anak-anak, dan orang dewasa di sanggar tersebut rutin berlatih di bawah bimbingan Eko Kadiono. Semangat mereka menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih bisa menarik minat generasi muda jika terus dikenalkan dan dipelajari.

Jaranan Pogogan memiliki ciri khas yang membedakannya dari pertunjukan jaranan lainnya. Selain menggunakan properti kuda kepang, kesenian ini memadukan gerak tari, musik tradisional, cerita, dan humor. Menurut Eko Kadiono, salah satu keunikannya adalah pertunjukan ini tidak menampilkan adegan kesurupan maupun ritual menggunakan kemenyan. Kesenian tersebut berasal dari Dusun Jimbir, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Meski mulai jarang tampil di ruang publik, para pelestari tetap berupaya menjaga Jaranan Pogogan agar tidak hilang ditelan zaman. Seminar yang digelar bersama komunitas pemerhati sejarah dan ekologi serta instansi pelestarian kebudayaan menjadi salah satu upaya meningkatkan apresiasi masyarakat. Sebab, budaya lokal tidak cukup hanya dibanggakan sebagai warisan leluhur, tetapi juga perlu dipelajari, dipentaskan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/anak-muda-nganjuk-buktikan-tradisi-belum-mati-jaranan-pogogan-tak-mau-kalah-dari-zaman