Sabtu, 22 Agustus 2026

Al-Nassr Menang 4-0 atas Al Riyadh, Ronaldo Cetak Gol dan Kuasai Puncak Klasemen

Al-Nassr Menang 4-0 atas Al Riyadh, Ronaldo Cetak Gol dan Kuasai Puncak Klasemen

Al-Nassr meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 4-0 atas Al Riyadh dalam lanjutan Saudi Pro League 2026/2027. Hasil ini menjadi modal penting bagi Al-Nassr untuk menjaga tren positif di awal musim sekaligus memperkuat posisinya di papan atas klasemen sementara.

Pertandingan berlangsung dengan dominasi Al-Nassr sejak awal. Empat gol kemenangan dicetak oleh Abdulelah Al-Amri, Angelo Gabriel, Joao Felix, dan Cristiano Ronaldo. Ronaldo yang memulai laga dari bangku cadangan masuk pada babak kedua dan berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

Tambahan tiga poin membuat Al-Nassr mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan menempati posisi teratas klasemen sementara. Sementara itu, Al Riyadh harus menerima kekalahan kedua secara beruntun sehingga masih belum mengumpulkan poin pada awal kompetisi musim ini.

Kemenangan atas Al Riyadh juga menunjukkan kedalaman skuad Al-Nassr yang mampu tetap produktif meski Ronaldo tidak menjadi starter. Dengan performa tersebut, Al-Nassr semakin percaya diri dalam persaingan gelar Saudi Pro League, sementara Al Riyadh perlu segera memperbaiki performanya agar dapat keluar dari zona bawah klasemen.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/al-nassr-menang-4-0-atas-al-riyadh-ronaldo-cetak-gol-dan-kuasai-puncak-klasemen

KPK Tetapkan Rektor dan Warek III Unsoed sebagai Tersangka Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru

KPK Tetapkan Rektor dan Warek III Unsoed sebagai Tersangka Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Norman Arie Prayoga, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Penetapan tersebut merupakan hasil pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Purwokerto dan Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain Akhmad Sodiq dan Norman Arie Prayoga, KPK menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, yakni Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto serta tiga pihak swasta, Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono. KPK menyebut penetapan enam tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh kecukupan alat bukti dalam perkara tersebut.

Dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK, Norman diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran melalui dua perantara. Nilai uang yang diminta mencapai Rp650 juta untuk satu calon mahasiswa. KPK juga menduga permintaan tersebut dilakukan dengan sepengetahuan Akhmad Sodiq.

KPK turut menyita uang tunai sekitar Rp665 juta dan saldo rekening sekitar Rp99 juta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Kasus ini kini memasuki tahap penyidikan, sementara para tersangka harus menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. KPK menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap keseluruhan rangkaian dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-tetapkan-rektor-dan-warek-iii-unsoed-sebagai-tersangka-kasus-penerimaan-mahasiswa-baru

Jumat, 21 Agustus 2026

Karhutla Kepung Kalimantan, 1.487 Hotspot Terdeteksi dan Asap Mulai Berdampak ke Negara Tetangga

Karhutla Kepung Kalimantan, 1.487 Hotspot Terdeteksi dan Asap Mulai Berdampak ke Negara Tetangga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus 2026. Berdasarkan pemantauan BNPB menggunakan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), tercatat 1.487 titik panas (hotspot) di Pulau Kalimantan. Sebaran tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan 74 titik, Kalimantan Timur 74 titik, dan Kalimantan Utara tiga titik. (detiknews)

Kondisi tersebut juga terlihat dari data Kementerian Kehutanan. Pada 19 Agustus 2026, sistem pemantauan karhutla mencatat 518 hotspot berkepercayaan tinggi hanya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Angka itu meningkat tajam dibandingkan 109 titik pada 18 Agustus. Pemerintah menilai perkembangan hotspot yang dinamis, kabut asap, serta berkurangnya jarak pandang perlu segera ditangani secara terpadu. (Kehutanan)

Dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat, termasuk munculnya kabut asap di sejumlah daerah. Bahkan, asap dari kebakaran di Kalimantan turut berdampak ke wilayah Malaysia. Di Sarawak, sebanyak 108 sekolah ditutup sementara setelah kualitas udara di beberapa wilayah masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat meluas melewati batas wilayah dan negara ketika asap terbawa angin. (detiknews)

Pemerintah kini memperkuat operasi pengendalian karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Operasi tersebut melibatkan Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta berbagai unsur lainnya. Sedikitnya 12.880 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampaknya. (Liputan6.com)

Di sisi lain, kebakaran juga terjadi di kawasan Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8) malam. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 50 bangunan atau ruko, dengan kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp70 miliar. Penyebab kebakaran masih dalam penanganan pihak berwenang. (Antara Kepri)

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah dan memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya mencegah pembakaran lahan yang dapat memicu meluasnya karhutla, terutama dalam kondisi cuaca kering. Penanganan cepat diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan, lingkungan, transportasi, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/karhutla-kepung-kalimantan-1487-hotspot-terdeteksi-dan-asap-mulai-berdampak-ke-negara-tetangga