Selasa, 22 September 2026

Asian Games 2026: Indonesia Tempati Posisi ke-13 dengan Tujuh Medali

Asian Games 2026: Indonesia Tempati Posisi ke-13 dengan Tujuh Medali

Ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya terus menjadi perhatian pecinta olahraga Asia. Hingga Selasa, 22 September 2026, kontingen Indonesia tercatat berada di posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi tujuh medali, terdiri dari satu perak dan enam perunggu. Data tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya pertandingan di berbagai cabang olahraga. (CNBC Indonesia)

Tambahan medali Indonesia pada Senin, 21 September, datang dari cabang wushu dan mixed martial arts (MMA). Eugenia Diva Widodo meraih medali perunggu pada nomor taolu changquan putri, sementara Vallensia Fahira Hotmauli menyumbangkan perunggu dari nomor modern putri kelas 54 kilogram. (Antara News Gorontalo)

Satu-satunya medali perak Indonesia sejauh ini dipersembahkan Sumaya dari cabang teqball nomor tunggal putri. Selain itu, sejumlah atlet dari cabang soft tennis, wushu, MMA, dan karate turut menyumbangkan medali perunggu sehingga total koleksi Indonesia mencapai tujuh medali. (Radar Pati)

Asian Games 2026 masih berlangsung hingga 4 Oktober 2026, sehingga klasemen sementara masih berpotensi mengalami perubahan. Perhatian berikutnya tertuju pada perjuangan para atlet Indonesia di berbagai cabang olahraga untuk menambah perolehan medali bagi kontingen Merah Putih. (Radar Pati)


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/asian-games-2026-indonesia-tempati-posisi-ke-13-dengan-tujuh-medali

Peringatan Dini Cuaca 23 September, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Peringatan Dini Cuaca 23 September, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 23 September 2026. Masyarakat diminta tetap waspada karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di banyak wilayah.

Berdasarkan prakiraan BMKG periode 22–24 September, potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang terdapat di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Hujan tersebut dapat terjadi secara lokal dan pada kondisi tertentu disertai petir maupun angin kencang.

BMKG menjelaskan bahwa peluang hujan lokal dipengaruhi dinamika atmosfer seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, serta daerah pertemuan dan perlambatan angin. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah meskipun secara umum sebagian Indonesia masih mengalami kondisi atmosfer yang relatif kering.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Kewaspadaan juga diperlukan terhadap potensi genangan, petir, angin kencang, dan dampak cuaca lainnya. Informasi peringatan dini BMKG bersifat jangka pendek sehingga pembaruan kondisi cuaca perlu diperhatikan secara berkala.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/peringatan-dini-cuaca-23-september-sejumlah-wilayah-berpotensi-hujan-lebat

Bekas Penjara Tan Malaka di Madiun Disiapkan Menjadi Destinasi Wisata Sejarah

Bekas Penjara Tan Malaka di Madiun Disiapkan Menjadi Destinasi Wisata Sejarah

Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang pernah menjadi tempat penahanan Tan Malaka tengah dijajaki untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah. Rencana tersebut dibahas oleh Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota Madiun setelah Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin bersama Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun meninjau kondisi bangunan RTM di Kelurahan Pangongangan, Kota Madiun, pada Selasa, 22 September 2026. (Antara News)

Bangunan RTM memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi tempat penahanan Tan Malaka pada November 1947 hingga Mei 1948. Sejumlah karya Tan Malaka juga disebut ditulis selama berada di Penjara Madiun. Selain itu, Pemerintah Kota Madiun sebelumnya telah melakukan pembersihan kawasan bersama TNI pada Juni 2026 sebagai langkah awal untuk menata dan memperkenalkan kembali bangunan bersejarah tersebut. (Antara News)

Pengembangan RTM masih memerlukan proses administrasi dan perizinan karena bangunan tersebut merupakan aset Kodam V/Brawijaya. Jika terealisasi, kawasan ini dirancang menjadi bagian dari paket wisata bangunan bersejarah di Kota Madiun dan dapat dikembangkan dengan pendekatan sejarah serta edukasi. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan Pahlawan Street Center (PSC) juga dinilai strategis untuk mendukung pengembangan wisata sejarah di Kota Madiun. (Antara News)


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bekas-penjara-tan-malaka-di-madiun-disiapkan-menjadi-destinasi-wisata-sejarah

Dari Lahan ke Data, Teknologi Bantu Petani Kelola Usaha Lebih Modern

Dari Lahan ke Data, Teknologi Bantu Petani Kelola Usaha Lebih Modern

Perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan berbisnis, tetapi juga mulai memberikan dampak pada sektor pertanian. Aktivitas seperti pencatatan kegiatan budidaya, pengelolaan mitra, hingga pemantauan usaha membutuhkan data yang lebih teratur agar proses kerja dapat dilakukan secara efisien dan mudah dipantau. (Yonomaulana)

Digitalisasi juga membuka peluang bagi petani dan pelaku usaha pertanian untuk mengelola kegiatan secara lebih terstruktur. Dengan data yang tersusun dengan baik, berbagai aktivitas dapat terdokumentasi sehingga membantu pengguna memahami perkembangan usaha dan melakukan evaluasi berdasarkan informasi yang tersedia.

Salah satu solusi digital yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan tersebut adalah Panen Raya dari PT Bengkel Web Indonesia. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung ekosistem pertanian dan peternakan, termasuk pengelolaan aktivitas budidaya serta data kemitraan secara digital. Panen Raya juga tercantum dalam portofolio produk digital PT Bengkel Web Indonesia. (Bengkel Web Indonesia)

Melalui Panen Raya, aktivitas pertanian dapat dikelola dengan lebih praktis melalui pencatatan kegiatan harian, pengelolaan master data kemitraan, serta aktivasi mitra secara digital. Pendekatan ini membantu membuat informasi lebih terorganisasi dan mendukung pengelolaan usaha pertanian yang lebih terukur. Teknologi seharusnya membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, terukur, dan siap dikembangkan.

Tags: Panen Raya, aplikasi pertanian, teknologi pertanian, digitalisasi pertanian, petani Indonesia, agribisnis, kemitraan pertanian, pertanian digital, PT Bengkel Web Indonesia


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dari-lahan-ke-data-teknologi-bantu-petani-kelola-usaha-lebih-modern

Senin, 21 September 2026

Era AI Bikin Dunia Kerja Berubah, Jurusan Sastra dan Filsafat Kembali Jadi Sorotan

Era AI Bikin Dunia Kerja Berubah, Jurusan Sastra dan Filsafat Kembali Jadi Sorotan

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat dunia pendidikan dan pekerjaan mengalami perubahan yang semakin cepat. Berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan proses manual kini mulai terbantu oleh teknologi, sehingga muncul diskusi mengenai keterampilan apa yang akan semakin dibutuhkan di masa depan. Kondisi ini turut membuat bidang humaniora seperti sastra dan filsafat kembali diperbincangkan karena memiliki keterkaitan dengan kemampuan berpikir, bahasa, analisis, dan pemahaman terhadap manusia.

Jurusan sastra tidak hanya mempelajari karya atau bahasa, tetapi juga melatih kemampuan membaca konteks, menyusun gagasan, memahami komunikasi, serta mengolah informasi secara kritis. Sementara itu, filsafat mendorong mahasiswa untuk mempertanyakan asumsi, membangun argumen, dan melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. Kemampuan tersebut dapat menjadi pelengkap ketika teknologi AI semakin banyak digunakan dalam proses kerja dan pengambilan informasi.

Bagi Gen Z, perubahan ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak harus selalu berorientasi pada kemampuan teknis. Kemampuan menggunakan AI perlu berjalan bersama keterampilan manusia seperti komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, etika, dan kemampuan memahami kebutuhan orang lain. Kombinasi antara pengetahuan humaniora dan literasi teknologi juga dapat membuka peluang di berbagai bidang, mulai dari media, komunikasi, pendidikan, industri kreatif, hingga pengembangan produk digital.

AI pada akhirnya bukan hanya mengubah jenis pekerjaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memikirkan kembali keterampilan yang ingin dikembangkan melalui pendidikan. Menguasai teknologi sekaligus memahami manusia dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Karena itu, pilihan jurusan dapat dipertimbangkan berdasarkan minat, kemampuan, dan keterampilan yang ingin dikembangkan, kemudian dilengkapi dengan literasi digital yang relevan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/era-ai-bikin-dunia-kerja-berubah-jurusan-sastra-dan-filsafat-kembali-jadi-sorotan