Senin, 26 Oktober 2026

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

Dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menjadi sorotan. KPK berencana menjadwalkan ulang pemeriksaannya sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Publik pun menanti, kapan pemeriksaan ini benar-benar terlaksana? Liputan6, 26 Oktober 2026.

Nusron sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 7 Oktober 2026, tetapi tidak hadir karena agenda internal kementerian. Saat jadwal diulang pada 15 Oktober, ia kembali tidak datang dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri. KPK menyatakan keterangannya dibutuhkan untuk mengonfirmasi temuan penyidik dan memperjelas konstruksi perkara, termasuk dugaan praktik suap serta aliran penerimaan uang.

Yang membuat perkara ini semakin menjadi perhatian, sejumlah pihak di lingkungan ATR/BPN telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK membutuhkan keterangan Nusron untuk mendalami perkara tersebut, bukan berarti pemanggilannya sebagai saksi otomatis membuktikan keterlibatan dirinya dalam tindak pidana. Hingga pemberitaan 26 Oktober, KPK menyampaikan akan segera menjadwalkan pemeriksaan ulang. Sumber: Liputan6.

Pada akhirnya, masyarakat menunggu kejelasan, bukan sekadar kabar pemanggilan yang terus dijadwalkan ulang. Alasan ketidakhadiran perlu dinilai berdasarkan keterangan dan prosedur hukum yang berlaku, sementara KPK perlu memastikan penyidikan berjalan transparan dan profesional. Sebab, ketika perkara menyangkut pejabat publik, pertanyaan masyarakat wajar muncul: kapan pemeriksaan berlangsung dan apa hasilnya? Proses hukum harus tetap berjalan tanpa menghakimi seseorang sebelum ada bukti dan keputusan yang sah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-panggil-nusron-absen-hukum-kok-kayak-janji-ketemuan

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan sebanyak-banyaknya. Pelaku usaha perlu membangun komunikasi yang tepat agar informasi produk, penawaran khusus, hingga pengumuman layanan bisa diterima oleh target pasar secara efektif. Strategi promosi yang terencana dapat membantu bisnis menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka peluang penjualan yang lebih besar.

Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menyampaikan informasi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengirim pesan satu per satu. Cara manual tentu membutuhkan waktu dan tenaga, terutama bagi bisnis yang memiliki banyak kontak pelanggan. Karena itu, pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi pilihan untuk mendukung kegiatan promosi agar lebih praktis, terorganisasi, dan efisien.

Salah satu solusi yang bisa dimanfaatkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan promosi melalui WhatsApp kepada banyak kontak sekaligus. Dengan dukungan layanan dari BWI, pelaku usaha dapat memanfaatkan komunikasi langsung untuk menyampaikan informasi produk, promo terbaru, program diskon, maupun pengumuman penting kepada pelanggan. Strategi ini dapat membantu bisnis menjangkau audiens secara lebih terarah tanpa harus mengandalkan metode pengiriman pesan manual.

Melalui WA Blasting dari BWI, kegiatan promosi dapat direncanakan dengan lebih praktis sehingga pelaku usaha bisa menghemat waktu dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan. Agar hasilnya optimal, bisnis tetap perlu menentukan target penerima, menyusun pesan yang relevan, serta memperhatikan persetujuan dan kenyamanan pelanggan saat menerima pesan promosi. Dengan penggunaan yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pendukung strategi pemasaran digital untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dan menjaga peluang pertumbuhan bisnis.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-jangan-cuma-ramai-di-awal-saatnya-bisnis-menjangkau-pelanggan-dengan-cara-yang-lebih-cerdas

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Hasil panen yang melimpah seharusnya menjadi kabar baik bagi petani. Namun, keberhasilan produksi tidak selalu berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Harga jual yang berubah-ubah, informasi pasar yang terbatas, hingga pencatatan hasil pertanian yang belum tertata dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pengelolaan pertanian tidak cukup hanya berfokus pada proses menanam dan memanen, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana hasil panen dicatat, dipasarkan, dan dikelola agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, sektor pertanian memiliki peluang untuk beradaptasi dengan sistem pengelolaan yang lebih praktis. Pemanfaatan teknologi dapat membantu petani dan pelaku usaha pertanian mengorganisasi informasi, memantau aktivitas usaha, serta mengelola transaksi secara lebih terstruktur. Langkah ini penting agar kegiatan pertanian semakin mudah dikelola dan mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan adalah Panen Raya, platform yang dapat diakses melalui panenrayakita.id. Platform ini berfokus pada pengelolaan data dan transaksi pertanian untuk membantu mendukung aktivitas usaha di sektor pertanian. Dengan pemanfaatan sistem digital, informasi terkait kegiatan pertanian dapat dikelola secara lebih terorganisasi sehingga memudahkan proses administrasi dan pencatatan usaha.

Melalui Panen Raya, digitalisasi diharapkan dapat membantu petani maupun pelaku usaha pertanian mengelola informasi dan transaksi dengan lebih praktis. Pemanfaatan platform ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih tertata, terutama ketika pengelolaan data menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan usaha. Dengan pengelolaan yang semakin baik dan dukungan teknologi yang sesuai, sektor pertanian memiliki peluang untuk berkembang lebih efisien sekaligus memperkuat fondasi usaha para pelakunya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/panen-tak-cukup-dipetik-petani-butuh-cara-cerdas-mengelola-hasilnya

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Erin Anthony akhirnya mencuri perhatian lewat debutnya sebagai bintang iklan sosis keju Leza. Namun, bukannya cuma membahas produk yang dipromosikan, warganet justru sibuk membedah setiap adegan dan dialognya. Kalimat pembuka, “Selama ini aku diam aja. Sini, aku kasih tahu yang sebenarnya!” langsung memancing rasa penasaran. Bukannya iklan biasa, penonton malah merasa seperti sedang diajak masuk ke episode baru drama kehidupan selebritas.

Yang bikin suasana makin panas, sejumlah dialog dalam iklan tersebut dinilai warganet punya kemiripan dengan kisah masa lalu Erin dan mantan suaminya, Andre Taulany. Kalimat “Emang nggak akan ada asap kalau nggak ada api” hingga “Ada yang baru, jadi alasan buat buru-buru” menjadi bahan perbincangan. Alhasil, iklan yang seharusnya menjual sosis malah membuat publik sibuk menafsirkan pesan tersirat. Produk boleh jadi pemeran utama, tetapi masa lalu justru sukses mencuri panggung.

Belum selesai di situ, detail berupa karangan bunga dan sosok pria berseragam yang mengingatkan sebagian penonton pada program Lapor Pak! ikut disorot. Warganet pun mulai menyusun teori sendiri, seolah-olah sedang memecahkan teka-teki dengan hadiah utama jawaban dari masa lalu. Sindirannya terasa pedas bagi mereka yang menangkap makna tertentu, tetapi perlu diingat bahwa dugaan tersebut belum membuktikan iklan itu memang sengaja ditujukan kepada Andre. Bisa jadi ini murni kreativitas tim iklan, bisa juga penonton yang terlalu jeli menghubungkan titik-titik.

Terlepas dari berbagai spekulasi, debut Erin berhasil membuat iklannya ramai dibicarakan. Strategi promosi yang memancing rasa penasaran memang bisa membuat sebuah produk lebih mudah diingat, apalagi jika dibalut dialog yang mengundang tafsir. Namun, sampai ada penjelasan langsung dari Erin atau tim kreatifnya, anggapan bahwa iklan tersebut merupakan sindiran terhadap masa lalunya tetap sebatas dugaan. Satu hal yang pasti, niatnya jualan sosis, tetapi warganet malah sibuk mengunyah cerita lama!


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/baru-debut-iklan-erin-anthony-langsung-menyenggol-masa-lalu-netizen-auto-jadi-detektif

Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

BOGOR — Kegembiraan usai menonton pertandingan sepak bola berubah menjadi duka bagi keluarga seorang remaja suporter Persib Bandung atau Bobotoh. ARK (16) meninggal dunia setelah diduga dibacok menggunakan senjata tajam saat dalam perjalanan pulang usai menyaksikan laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan keterangan Polres Bogor yang diberitakan pada Senin (26/10), korban diserang menggunakan celurit di Jalan Raya Jakarta–Bogor, sekitar kilometer 51. Senjata tajam tersebut diduga mengenai bagian punggung korban. Setelah kejadian, korban terjatuh dan sempat dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan suporter, termasuk ketika perjalanan pulang dari pertandingan.

Polisi telah menangkap seorang pria berinisial MR dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian dan menetapkannya sebagai tersangka. Petugas juga mengamankan celurit serta pakaian korban sebagai barang bukti. Menurut pemberitaan, tersangka dijerat dengan ketentuan hukum terkait tindak pidana yang mengakibatkan anak meninggal dunia. Adapun motif dan rangkaian kejadian perlu merujuk pada hasil penyidikan resmi agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola tidak seharusnya berujung pada kekerasan dan hilangnya nyawa. Pengamanan di sekitar stadion, pencegahan bentrokan, serta kesadaran suporter untuk tidak membawa senjata tajam perlu menjadi perhatian bersama. Dukungan terhadap klub semestinya ditunjukkan melalui semangat dan sportivitas, bukan tindakan yang membahayakan orang lain. Publik pun diharapkan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan memberi ruang bagi proses hukum untuk berjalan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pulang-nonton-bola-berujung-maut-bobotoh-16-tahun-tewas-dibacok-di-bogor