Senin, 28 September 2026

Dari Kebun ke Pasar Makin Terarah, Panen Raya Bantu Petani Kelola Usaha Digital

Dari Kebun ke Pasar Makin Terarah, Panen Raya Bantu Petani Kelola Usaha Digital

Perkembangan teknologi digital mulai membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian dan peternakan. Pelaku usaha kini tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam mengelola produksi, tetapi juga memerlukan akses informasi, pencatatan data, serta strategi pemasaran yang lebih terarah. Digitalisasi menjadi salah satu cara untuk membantu aktivitas usaha berjalan lebih praktis dan terorganisir.

Di tengah kebutuhan tersebut, pemanfaatan platform digital dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha pertanian yang lebih modern. Petani, peternak, maupun pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas sehari-hari, membangun jaringan kemitraan, serta memperoleh informasi yang relevan dengan kebutuhan usaha. Hal ini membuka peluang agar pengelolaan usaha tidak hanya mengandalkan proses manual.

Salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Panen Raya, sebuah aplikasi yang menghadirkan ekosistem digital untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan. Melalui Panen Raya, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur yang berkaitan dengan budidaya, aktivitas harian, data kemitraan, hingga aktivasi mitra secara digital. Kehadiran platform ini membantu proses pengelolaan informasi dan aktivitas usaha menjadi lebih terstruktur dalam satu ekosistem.

Panen Raya juga menawarkan pendekatan digital yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan jaringan dan mengelola aktivitas secara lebih terukur. Dengan dukungan fitur kemitraan serta akses digital yang lebih praktis, Panen Raya dapat menjadi pilihan bagi pelaku sektor pertanian dan peternakan yang ingin mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam aktivitas usahanya. Teknologi seharusnya membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, terukur, dan siap dikembangkan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dari-kebun-ke-pasar-makin-terarah-panen-raya-bantu-petani-kelola-usaha-digital

Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Tahan 10 Pemain di Laga Sengit FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Tahan 10 Pemain di Laga Sengit FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026). Pertandingan berlangsung ketat sejak awal dan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol. Hasil tersebut membuat Indonesia dan Malaysia berbagi satu poin.

Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah langsung usai wasit meninjau insiden pelanggaran terhadap Arif Aiman melalui VAR. Meski kehilangan satu pemain, lini pertahanan Indonesia mampu menjaga gawang tetap aman hingga akhir pertandingan. Maarten Paes juga tampil penting dengan sejumlah penyelamatan.

Malaysia sebenarnya memiliki keuntungan jumlah pemain pada babak kedua dan terus memberikan tekanan ke pertahanan Garuda. Namun, sejumlah peluang yang didapat Harimau Malaya belum berhasil menjadi gol. Indonesia juga sempat mengancam melalui beberapa peluang, termasuk sundulan Elkan Baggott yang membentur tiang pada babak pertama.

Hasil 0-0 membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan berada di posisi kedua Grup A, sementara Malaysia juga mengoleksi empat poin tetapi berada di puncak karena unggul selisih gol. Pada laga terakhir, Indonesia akan menghadapi Bangladesh, sedangkan Malaysia bertemu Singapura. Persaingan Grup A masih terbuka hingga pertandingan terakhir.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/indonesia-vs-malaysia-berakhir-0-0-garuda-tahan-10-pemain-di-laga-sengit-fifa-asean-cup-2026

Prabowo Usulkan Skema Baru Biaya Haji 2027, Komposisi 52:48 Jadi Sorotan

Prabowo Usulkan Skema Baru Biaya Haji 2027, Komposisi 52:48 Jadi Sorotan

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan haji untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027. Dalam pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Prabowo menyarankan komposisi antara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah dan nilai manfaat berada di kisaran 52:48. Usulan tersebut disampaikan setelah Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melaporkan hasil perhitungan bersama Komisi VIII DPR RI.

Menteri Haji dan Umrah mengatakan perubahan sejumlah komponen biaya haji tidak terlepas dari kondisi geopolitik di Timur Tengah yang turut memengaruhi perekonomian dan biaya penyelenggaraan. Pemerintah saat ini masih mencari formulasi pembiayaan yang tepat agar perubahan biaya tersebut tidak memberikan beban terlalu besar kepada jemaah.

Skema 52:48 yang diusulkan Prabowo masih merupakan bagian dari pembahasan BPIH 2027 dan belum menjadi keputusan final mengenai besaran biaya yang harus dibayarkan setiap jemaah. Sebelumnya, dalam pembahasan bersama Komisi VIII DPR, terdapat perhitungan BPIH dengan komposisi berbeda, sehingga angka akhir masih menunggu proses pembahasan dan penetapan resmi.

Selain membahas biaya, pemerintah juga menaruh perhatian pada pengelolaan keuangan haji. Prabowo dilaporkan menginstruksikan audit forensik terhadap pengelolaan keuangan haji yang dikelola BPKH untuk mengetahui kondisi keuangan secara faktual dan menjadi dasar pembenahan tata kelola. Perkembangan mengenai skema biaya dan hasil pembahasan pemerintah bersama DPR selanjutnya akan menjadi informasi penting bagi calon jemaah haji 2027.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/prabowo-usulkan-skema-baru-biaya-haji-2027-komposisi-5248-jadi-sorotan

Bukan Sekadar Kasir, Aposerba Bantu UMKM Lebih Rapi Kelola Keuangan dan Akuntansi

Bukan Sekadar Kasir, Aposerba Bantu UMKM Lebih Rapi Kelola Keuangan dan Akuntansi

Mengelola keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam menjalankan usaha. Pencatatan pemasukan, pengeluaran, penjualan, hingga arus kas yang tertata dapat membantu pemilik usaha memahami kondisi bisnis secara lebih jelas. Karena itu, penggunaan sistem digital semakin dibutuhkan oleh pelaku UMKM agar pencatatan tidak hanya bergantung pada buku atau spreadsheet yang dikelola secara manual.

Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan pengelolaan akuntansi sederhana. Data transaksi yang tercatat secara teratur dapat membantu pemilik usaha memantau omzet, pengeluaran, persediaan, serta perkembangan bisnis. Sistem yang menggabungkan transaksi penjualan dengan laporan keuangan juga dapat membuat proses administrasi usaha menjadi lebih praktis dan terorganisasi.

Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang menggabungkan fitur kasir, stok, laporan penjualan, keuangan, dan akuntansi dalam satu platform. Berdasarkan informasi pada situs resminya, Aposerba menyediakan menu untuk mengelola laporan pemasukan, pengeluaran, dan ringkasan keuangan toko. Pemilik usaha juga dapat memantau penjualan harian, stok, serta sejumlah informasi operasional melalui dasbor.

Bagi UMKM yang ingin mengelola aktivitas usaha secara lebih terintegrasi, Aposerba dapat digunakan untuk mencatat transaksi sekaligus membantu pemantauan kondisi keuangan toko. Platform ini juga menyediakan dukungan untuk usaha multi-cabang pada paket tertentu, serta fitur laporan penjualan dan keuangan. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, pemilik usaha dapat memiliki data yang lebih mudah digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan bisnis.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-kasir-aposerba-bantu-umkm-lebih-rapi-kelola-keuangan-dan-akuntansi

Banjir Thailand dan Myanmar Makin Meluas, Jutaan Warga Terdampak

Banjir Thailand dan Myanmar Makin Meluas, Jutaan Warga Terdampak

Banjir besar melanda sejumlah wilayah Thailand dan Myanmar setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian karena berdampak pada masyarakat dalam jumlah besar, sementara sejumlah wilayah masih menghadapi genangan dan risiko tanah longsor.

Di Thailand, banjir telah berdampak pada lebih dari 1,7 juta orang di 27 provinsi sejak pertengahan September. Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia, dengan korban tercatat di Sa Kaeo, Chanthaburi, dan Saraburi. Bangkok juga menetapkan status bencana setelah hujan deras selama hampir 48 jam menyebabkan sejumlah jalan dan kawasan permukiman terendam.

Situasi di Bangkok mulai menunjukkan tanda perbaikan setelah air perlahan surut di beberapa kawasan. Namun, sejumlah wilayah dataran rendah masih terendam dan ribuan warga sempat mengungsi ke tempat penampungan. Pemerintah dan petugas setempat terus mempercepat proses drainase serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, kondisi cukup berat juga terjadi di wilayah Tanintharyi, Myanmar. Banjir dan tanah longsor dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan orang, sementara sekitar 20 hingga 30 orang masih dinyatakan hilang menurut keterangan pekerja penyelamat setempat. Sejumlah desa sulit dijangkau dan ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah untuk berlindung di tempat penampungan, termasuk biara.

Hujan deras diperkirakan masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir bandang dan tanah longsor. Badan Meteorologi Thailand sebelumnya juga memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta risiko banjir dan longsor, terutama di wilayah dataran rendah dan sekitar aliran sungai.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/banjir-thailand-dan-myanmar-makin-meluas-jutaan-warga-terdampak