Jumat, 09 Oktober 2026

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Perairan Gresik, Identitas dan Penyebab Kematian Jadi Sorotan

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Perairan Gresik, Identitas dan Penyebab Kematian Jadi Sorotan

GRESIK, 9 Oktober 2026 – Penemuan jasad seorang pria yang mengapung di perairan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengundang perhatian masyarakat. Jasad tersebut ditemukan oleh nelayan di perairan antara Pulau Mengare dan Desa Karangjamuan pada Sabtu (3/10/2026) sore. Setelah menerima laporan, petugas Satpolairud Polres Gresik segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Hingga laporan terbaru, penyebab kematian korban masih dalam pemeriksaan pihak berwenang.

Penemuan bermula ketika nelayan yang sedang mencari ikan melihat sosok tubuh manusia mengapung di permukaan laut. Menyadari kondisi tersebut, nelayan segera melaporkannya kepada petugas. Satpolairud Polres Gresik kemudian mengerahkan kapal patroli KP X-1017 bersama personel Ditpolairud Polda Jawa Timur yang menggunakan sejumlah kapal pendukung untuk membantu proses evakuasi.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan media, identitas korban diketahui dari kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan di saku celananya. Korban diketahui bernama Moch Alga Pamungkas, berusia 25 tahun, dan tercatat sebagai warga Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.

Dalam penanganan kasus ini, petugas juga meminta keterangan dari dua nelayan yang mengetahui keberadaan jasad tersebut. Polisi turut berupaya menghubungi keluarga korban berdasarkan identitas yang ditemukan. Meski identitas telah diketahui melalui KTP, penyebab korban berada di perairan tersebut serta kondisi yang mengakibatkan kematiannya belum dapat dipastikan. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyampaikan kesimpulan.

Satpolairud Polres Gresik mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jalur laut, agar segera melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan atau situasi darurat di perairan. Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat kepolisian 110 untuk meminta bantuan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di laut serta perlunya menunggu informasi resmi agar penyebab kematian korban tidak disimpulkan berdasarkan dugaan semata.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jasad-pria-ditemukan-mengapung-di-perairan-gresik-identitas-dan-penyebab-kematian-jadi-sorotan

Minimarket Belum Buka, Warga Sudah Kasih “Grand Closing” Pakai Ekskavator!

Minimarket Belum Buka, Warga Sudah Kasih “Grand Closing” Pakai Ekskavator!

PAMEKASAN, Jawa Timur – Aksi penolakan pembangunan minimarket di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah sekelompok massa menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk merusak bangunan yang masih dalam proses pembangunan pada Rabu (7/10/2026). Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah video pembongkaran beredar di media sosial. Aksi ini dipicu penolakan terhadap kehadiran gerai ritel modern di wilayah tersebut.

Massa yang disebut berasal dari kalangan santri dan alumni sejumlah pondok pesantren mendatangi lokasi pembangunan untuk mendesak agar proyek dihentikan. Dalam aksi tersebut, ekskavator digunakan untuk merusak sejumlah bagian bangunan, sementara papan nama proyek dan peralatan kerja juga dilaporkan mengalami kerusakan. Polisi turun tangan untuk meredam situasi agar kerusakan tidak semakin meluas.

Penolakan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran sebagian warga terhadap dampak ekspansi ritel modern bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Mereka khawatir kehadiran minimarket akan menambah persaingan bagi toko kelontong dan usaha lokal yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat. Massa juga mempersoalkan kelengkapan izin pembangunan gerai tersebut.

Namun, pihak pengelola membantah tudingan mengenai kelengkapan perizinan. Koordinator tim perizinan PT Indomarco Prismatama wilayah Madura, Wibowo, menyatakan bahwa dokumen dan persyaratan legalitas telah dipenuhi sebelum pembangunan dilanjutkan. Perbedaan pandangan mengenai izin dan dampak ekonomi inilah yang menjadi bagian dari persoalan yang perlu diselesaikan melalui klarifikasi serta mekanisme pemerintah dan hukum, bukan melalui tindakan perusakan.

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menyatakan bahwa kepolisian mengedepankan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Polisi juga memasang garis polisi di lokasi serta menyatakan akan menindaklanjuti dugaan perusakan sesuai prosedur apabila terdapat laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan. Masyarakat, tokoh agama, dan pihak terkait diimbau menahan diri serta mengutamakan dialog dan jalur hukum agar persoalan pembangunan minimarket di Palengaan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik lanjutan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/minimarket-belum-buka-warga-sudah-kasih-grand-closing-pakai-ekskavator

Hasil Panen Melimpah tapi Pengelolaan Masih Ribet? Panen Raya Hadir dengan Solusi Digital!

Hasil Panen Melimpah tapi Pengelolaan Masih Ribet? Panen Raya Hadir dengan Solusi Digital!

Sektor pertanian memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian Indonesia. Namun, mengelola usaha pertanian bukan hanya soal menanam dan memanen. Petani serta pelaku usaha juga perlu mengatur data hasil panen, mencatat aktivitas harian, mengelola mitra, hingga memastikan transaksi berjalan dengan baik. Jika seluruh proses masih dilakukan secara manual, pencatatan bisa menjadi kurang praktis dan informasi usaha lebih sulit dipantau.

Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi salah satu cara untuk membantu pengelolaan usaha pertanian agar lebih terstruktur. Data yang tersusun rapi dapat memudahkan pelaku usaha memantau kegiatan, mengevaluasi proses kerja, serta menentukan langkah berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia. Pemanfaatan teknologi pun membuka peluang bagi sektor pertanian untuk berkembang dengan pengelolaan yang lebih modern dan efisien.

Salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan adalah aplikasi Panen Raya, yang dirancang untuk mendukung pengelolaan aktivitas pertanian dan peternakan. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengelola data kegiatan serta informasi kemitraan secara digital. Pengelolaan data yang lebih terorganisasi membantu pelaku usaha memantau aktivitas dan mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual. Informasi mengenai aplikasi Panen Raya dapat diakses melalui panenrayakita.id.

Selain mendukung pengelolaan data, Panen Raya juga membantu aktivitas jual-beli serta pencatatan transaksi agar lebih praktis dan terstruktur. Dengan dukungan sistem digital, informasi usaha dapat dikelola dengan lebih mudah sehingga proses pemantauan dan evaluasi menjadi lebih terarah. Kehadiran Panen Raya menjadi salah satu pilihan bagi petani dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan pengelolaan pertanian secara digital, menyesuaikan kebutuhan operasional, serta mempersiapkan usaha agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hasil-panen-melimpah-tapi-pengelolaan-masih-ribet-panen-raya-hadir-dengan-solusi-digital

Bukan Sekadar Kuliah dan Kursus! Ruang Dosen dan ACC Learning Bawa Cara Baru Mengelola Dunia Pendidikan

Bukan Sekadar Kuliah dan Kursus! Ruang Dosen dan ACC Learning Bawa Cara Baru Mengelola Dunia Pendidikan

Perkembangan teknologi digital mulai mengubah cara dunia pendidikan menjalankan aktivitasnya. Perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, hingga peserta pelatihan kini membutuhkan sistem yang lebih praktis untuk mendukung kegiatan belajar dan pengelolaan akademik. Di tengah kebutuhan tersebut, pemanfaatan aplikasi digital menjadi salah satu pilihan untuk membantu proses pendidikan berjalan lebih efektif, terorganisasi, dan mudah diakses.

Namun, digitalisasi pendidikan bukan hanya soal memindahkan kegiatan konvensional ke layar komputer atau ponsel. Pengelolaan informasi, penyampaian materi, hingga dukungan terhadap aktivitas akademik juga perlu diperhatikan. Tanpa sistem yang tepat, berbagai kegiatan pendidikan berisiko tetap berjalan secara terpisah dan menyulitkan penggunanya. Karena itu, kehadiran platform digital yang sesuai dengan kebutuhan menjadi semakin penting bagi institusi pendidikan maupun penyelenggara pelatihan.

Salah satu platform yang dapat menjadi perhatian adalah Ruang Dosen, yang berfokus pada kebutuhan di lingkungan akademik. Pemanfaatan aplikasi ini dapat mendukung aktivitas dosen dan pengelolaan kegiatan pendidikan melalui pendekatan digital. Informasi mengenai Ruang Dosen dapat dilihat melalui platform Ruang Dosen apabila tersedia pada alamat tersebut.

Selain Ruang Dosen, ACC Learning juga menjadi nama yang relevan dalam pembahasan pengembangan pembelajaran berbasis digital. Platform pembelajaran dapat membantu penyelenggaraan kegiatan belajar dan pelatihan agar lebih terstruktur serta mudah dijangkau sesuai fitur yang tersedia. Ruang Dosen dan ACC Learning memiliki fokus yang dapat saling melengkapi dalam ekosistem pendidikan, tetapi fungsi, fitur, dan manfaat spesifik masing-masing perlu disesuaikan dengan informasi resmi produknya. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, proses pendidikan diharapkan menjadi lebih praktis dan mampu mengikuti kebutuhan pembelajaran masa kini.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-kuliah-dan-kursus-ruang-dosen-dan-acc-learning-bawa-cara-baru-mengelola-dunia-pendidikan

Jalan Penghubung Jember–Banyuwangi Retak Sepanjang 40 Meter, Pengendara Diminta Waspada

Jalan Penghubung Jember–Banyuwangi Retak Sepanjang 40 Meter, Pengendara Diminta Waspada

Jawa Timur, 9 Oktober 2026 – Kerusakan jalan penghubung Kabupaten Jember dan Banyuwangi menjadi perhatian setelah dilaporkan terdapat retakan sepanjang sekitar 40 meter. Kondisi ini mengundang kekhawatiran karena kerusakan jalan berada di dekat jurang dengan kedalaman sekitar 2–3 meter. Pengendara yang melintasi jalur tersebut diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama ketika melewati bagian jalan yang mengalami keretakan.

Retakan pada badan jalan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila terus meluas atau menyebabkan sebagian permukaan jalan ambles. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan jika jalur berada di kawasan dengan kondisi tanah yang labil atau berdekatan dengan tebing. Pengendara sepeda motor maupun mobil disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak berhenti di dekat bagian jalan yang terlihat retak.

Kerusakan jalan di jalur penghubung antarkabupaten juga dapat mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi warga yang melakukan perjalanan untuk bekerja, berdagang, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari antara Jember dan Banyuwangi. Karena itu, pemeriksaan kondisi jalan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah kerusakan bertambah parah serta mengurangi risiko kecelakaan.

Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi diharapkan memperhatikan rambu-rambu peringatan dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas. Jika ditemukan retakan yang semakin lebar, permukaan jalan turun, atau tanda-tanda longsor, pengguna jalan sebaiknya menghindari area berbahaya dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Informasi mengenai lokasi persis kerusakan, penyebab retakan, serta rencana perbaikan perlu dikonfirmasi melalui instansi terkait.

Kerusakan sepanjang sekitar 40 meter tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan, khususnya pada jalur yang berdekatan dengan jurang atau kawasan rawan pergerakan tanah. Penanganan yang cepat dan pemeriksaan teknis diperlukan agar akses Jember–Banyuwangi tetap aman digunakan masyarakat. Hingga tersedia keterangan resmi lebih lanjut, pengendara sebaiknya mengutamakan keselamatan dan tidak menganggap kondisi jalan tersebut aman untuk dilalui dengan kecepatan normal.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jalan-penghubung-jember-banyuwangi-retak-sepanjang-40-meter-pengendara-diminta-waspada