Jumat, 24 Juli 2026

Review Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid 2026: MPV Modern yang Nyaman, Irit, dan Siap Menemani Perjalanan Keluarga

Review Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid 2026: MPV Modern yang Nyaman, Irit, dan Siap Menemani Perjalanan Keluarga

Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid 2026 masih menjadi salah satu pilihan utama di segmen MPV premium Indonesia. Mengusung desain yang lebih modern dibanding generasi sebelumnya, mobil ini hadir dengan tampilan elegan melalui grille berukuran besar, lampu LED yang tajam, serta garis bodi yang tegas. Perubahan tersebut memberikan kesan premium sekaligus meningkatkan aerodinamika kendaraan sehingga cocok digunakan baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh bersama keluarga.

Dari sisi performa, Innova Zenix Hybrid mengandalkan mesin bensin 2.0 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan akselerasi yang halus sekaligus efisien dalam penggunaan bahan bakar. Sistem hybrid bekerja secara otomatis untuk mengoptimalkan konsumsi BBM, terutama saat berkendara di area perkotaan yang padat. Pengemudi juga akan merasakan perpindahan tenaga yang lebih responsif berkat penggunaan transmisi CVT generasi terbaru.

Masuk ke dalam kabin, Toyota menawarkan ruang yang luas dengan material interior berkualitas tinggi. Jok yang ergonomis, sistem pendingin udara yang merata hingga baris ketiga, serta layar infotainment berukuran besar dengan dukungan Apple CarPlay dan Android Auto membuat pengalaman berkendara semakin nyaman. Selain itu, hadirnya panoramic sunroof pada varian tertinggi memberikan kesan mewah yang jarang ditemukan di kelasnya.

Fitur keselamatan menjadi salah satu keunggulan utama mobil ini. Toyota membekali Innova Zenix Hybrid dengan paket Toyota Safety Sense yang mencakup Pre-Collision System, Lane Departure Alert, Dynamic Radar Cruise Control, Blind Spot Monitor, serta Rear Cross Traffic Alert. Ditambah enam hingga tujuh airbag, Vehicle Stability Control, dan kamera 360 derajat, mobil ini memberikan rasa aman bagi pengemudi maupun seluruh penumpang selama perjalanan.

Secara keseluruhan, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid 2026 merupakan MPV yang berhasil menggabungkan kenyamanan, efisiensi, performa, dan teknologi dalam satu paket. Meskipun dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan MPV konvensional, berbagai fitur modern serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat menjadikannya investasi menarik bagi keluarga Indonesia yang menginginkan kendaraan andal untuk penggunaan jangka panjang.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/review-toyota-kijang-innova-zenix-hybrid-2026-mpv-modern-yang-nyaman-irit-dan-siap-menemani-perjalanan-keluarga

Polisi Sita Uang Dude Harlino Rp5,2 Miliar!

Polisi Sita Uang Dude Harlino Rp5,2 Miliar!

JAKARTA — Bareskrim Polri menyita uang senilai sekitar Rp5,25 miliar yang diserahkan aktor Dude Harlino pada Kamis, 23 Juli 2026. Uang tersebut merupakan akumulasi honor yang diterima Dude bersama istrinya, Alyssa Soebandono, saat menjadi brand ambassador PT Dana Syariah Indonesia atau PT DSI pada periode 2022 hingga 2025. (tirto.id)

Penyitaan dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan PT DSI. Kepala Tim Penyidikan Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, menyatakan proses penyitaan telah dituangkan dalam Surat Tanda Penerimaan serta berita acara penyitaan sesuai ketentuan hukum. (tirto.id)

Kuasa hukum Dude, Haris Azhar, menegaskan bahwa penyerahan uang tersebut merupakan inisiatif kliennya setelah berkoordinasi dengan penyidik selama beberapa pekan. Langkah itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus kepedulian terhadap para korban, bukan pengakuan bahwa Dude terlibat dalam dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki. (ANTARA News Gorontalo)

Setelah uang diserahkan, penyidik langsung menjadikannya bagian dari aset yang disita dalam penanganan perkara salah satu tersangka berinisial FH. Polisi juga kembali memeriksa Dude sebagai saksi untuk mendalami penerimaan dan penyerahan honor tersebut. Hingga kini, total aset yang telah dikumpulkan dalam perkara PT DSI dilaporkan mencapai sekitar Rp319 miliar. (tirto.id)

Dude mengaku lega setelah menyerahkan uang tersebut kepada penyidik. Ia berharap proses hukum berjalan sesuai aturan dan aset yang berhasil dihimpun dapat membantu memulihkan kerugian para korban. Pihak kepolisian masih melanjutkan penelusuran terhadap aset bergerak maupun tidak bergerak yang berkaitan dengan perkara PT DSI. (tirto.id)


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/polisi-sita-uang-dude-harlino-rp52-miliar

Banyak Kampus Swasta Hidup Segan Mati Tak Mau Eh Malah Banyak Bangun Kampus Baru, Duh !

Banyak Kampus Swasta Hidup Segan Mati Tak Mau Eh Malah Banyak Bangun Kampus Baru, Duh !

Pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian publik, khususnya di tengah kondisi ekosistem pendidikan tinggi nasional yang saat ini menghadapi berbagai persoalan serius. Pemerintah menyebut URI dibentuk sebagai upaya memperkuat sistem pendidikan kepemimpinan nasional, mencetak sumber daya manusia unggul, serta menyiapkan calon pemimpin bangsa dengan kompetensi strategis. Namun, kebijakan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai urgensi pembangunan perguruan tinggi baru ketika banyak perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia sedang menghadapi tantangan berat untuk bertahan akibat keterbatasan jumlah mahasiswa baru.

Kampus Unggulan

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perguruan tinggi swasta berada dalam kondisi sulit, bahkan sebagian disebut mengalami situasi "hidup segan mati tak mau". Persaingan mendapatkan mahasiswa semakin ketat karena jumlah lulusan sekolah menengah yang menjadi calon mahasiswa tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah perguruan tinggi. Di sisi lain, keberadaan perguruan tinggi negeri (PTN) berstatus Badan Layanan Umum (BLU) dengan dukungan anggaran negara dan fasilitas yang lebih kuat turut meningkatkan tekanan kompetisi terhadap PTS. Banyak PTS harus berjuang mempertahankan operasional, membayar tenaga pendidik, meningkatkan kualitas layanan akademik, hingga menjaga keberlanjutan institusi dengan sumber daya yang terbatas.

Kehadiran Universitas Republik Indonesia kemudian memunculkan kekhawatiran baru mengenai semakin besarnya kompetisi dalam memperoleh mahasiswa. Sebagian kalangan menilai bahwa pemerintah seharusnya terlebih dahulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perguruan tinggi yang sudah ada, khususnya PTS yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Jika tidak diatur secara tepat, pendirian perguruan tinggi baru berpotensi menambah persoalan kelebihan kapasitas pendidikan tinggi, sementara banyak kampus yang telah lama berdiri masih berjuang mempertahankan kualitas dan keberlangsungannya.

https://pmb-kerjasama.thamrin.ac.id/daftar/m1tUGW0Vtml55u1sLdVIBbeGyUvKr5xF

Meski tujuan pembentukan URI untuk menciptakan pemimpin nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan agenda yang penting, pemerintah perlu memastikan kebijakan tersebut tidak mengabaikan keberadaan perguruan tinggi swasta. Diperlukan kajian mendalam terkait kebutuhan nasional, tata kelola pendidikan tinggi, pemerataan sumber daya, serta sinergi antara PTN dan PTS. Universitas Republik Indonesia diharapkan bukan menjadi simbol penambahan institusi baru semata, tetapi benar-benar mampu memberikan nilai tambah bagi pendidikan Indonesia tanpa memperlemah keberadaan perguruan tinggi yang telah lama berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/banyak-kampus-swasta-hidup-segan-mati-tak-mau-eh-malah-banyak-bangun-kampus-baru-duh

Selasa, 21 Juli 2026

Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan di Luar Negeri

Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan di Luar Negeri

Jakarta, 22 Juli 2026 – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati (S.) Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan, di mana ia akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri sekaligus mencari second opinion (pendapat medis kedua). Informasi ini dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, pada Rabu (22/7) (detiknews)


Dalam pernyataannya, Nanik menyampaikan bahwa pengunduran dirinya bukan disebabkan oleh ketidakpercayaan terhadap tenaga medis di Indonesia. Menurutnya, keputusan berobat ke luar negeri semata-mata merupakan bagian dari upaya memperoleh penanganan kesehatan terbaik sesuai rekomendasi yang diterimanya. Ia juga telah berpamitan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum keberangkatannya menjalani pengobatan.(detiknews).


Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menerima keputusan tersebut dengan penuh pengertian. Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik disebut masih diminta untuk tetap berkontribusi dalam pengawasan Badan Gizi Nasional. Presiden bahkan berencana membentuk Dewan Pengawas BGN, dan Nanik disebut akan dipercaya mengisi posisi Ketua Dewan Pengawas apabila struktur tersebut resmi dibentuk.(Republika online)


Pengunduran diri Nanik menjadi perhatian publik mengingat dirinya baru menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional sekitar satu bulan setelah dilantik menggantikan pejabat sebelumnya. Selama masa kepemimpinannya, BGN tetap menjalankan berbagai program strategis pemerintah, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.(Beranda Indonesia)


Meski memutuskan mundur dari jabatan, Nanik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi. Ia berharap proses pengobatan yang dijalaninya dapat berjalan lancar sehingga dapat kembali berkontribusi bagi bangsa dalam kapasitas yang berbeda di masa mendatang.(detiknews)


Ke depan, pemerintah diperkirakan akan segera menentukan pejabat yang akan mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional agar pelaksanaan program-program strategis, terutama Program Makan Bergizi Gratis, tetap berjalan sesuai target. Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi nama pengganti Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN. (ANTARA News Jateng)


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kepala-bgn-nanik-s-deyang-mengundurkan-diri-fokus-jalani-pengobatan-di-luar-negeri

Baru 1,5 Bulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S. Deyang Mendadak Mundur

Baru 1,5 Bulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S. Deyang Mendadak Mundur

JAKARTA — Kabar mengejutkan memukul instansi Badan Gizi Nasional (BGN). Baru bertengger di puncaknya selama 1,5 bulan pasca-dilantik pada 8 Juni 2026, Nanik Sudaryati Deyang secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan dramatis ini diambil secara mendadak demi berobat penyakit jantung di luar negeri.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya... Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur demi kesehatan saya," ungkap Nanik secara terbuka melalui akun Facebook resminya, Rabu (22/7/2026).

Detik-Detik Pamitan dan Lampu Hijau Presiden Prabowo

Mundurnya sosok yang dikenal vokal ini dikonfirmasi langsung oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menanggapi kabar duka terkait kondisi kesehatan sang jenderal lapangan program gizi tersebut, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan langsung menyetujui pengunduran diri Nanik karena rasa prihatin.

Namun, Presiden Prabowo tampaknya tak ingin melepas begitu saja loyalisnya. Presiden bakal menunjuk Nanik menjadi Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BGN untuk terus memantau jalannya program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gebrakan Singkat 'Sang Sapu Bersih': 1,5 Bulan yang Mengguncang BGN

Meskipun masa jabatannya tergolong amat singkat, sepak terjang Nanik Deyang memimpin BGN dinilai sangat agresif:

  1. Bongkar Dapur Bermasalah: Mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menghentikan pembukaan dapur baru di area jenuh.
  2. Temukan Indikasi Penyimpangan: Menindak tegas 414 SPPG bermasalah, yang berhasil menyelamatkan dan mengembalikan ratusan miliar rupiah uang negara ke kas publik.
  3. Bentuk Tim Reformasi: Membentuk 11 Tim Reformasi internal serta memboyong puluhan tenaga profesional lintas kementerian demi membersihkan tata kelola BGN.

Bantahan Keras Soal Isu Politik

Di tengah hembusan rumor terkait dinamika internal lembaga, Nanik menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) murni intervensi gizi untuk generasi masa depan Indonesia, bukan komoditas politik menjelang 2029.

Kini, seluruh sorotan tertuju pada Istana Kepresidenan terkait siapa figur kuat yang bakal dipasang Presiden Prabowo untuk meneruskan estafet kepemimpinan BGN yang baru saja 'dibersihkan' oleh Nanik S. Deyang.



Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/baru-15-bulan-menjabat-kepala-bgn-nanik-s-deyang-mendadak-mundur