Rabu, 11 Desember 2019

LKP INTAN SARI




Pendidikan seni tari “ INTAN SARI “ berdiri Tahun 1977,  diprakarsai  oleh  (alm)  Bapak H. Djaelani dan didukung oleh
(alm) Bapak S. Moong (Kepala Kodim 0614 Cirebon) sebagai Pelindung, dan sebagai Pembina yaitu Bapak Hudaya (Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cirebon).

  Pada Tahun 1979 Pendidikan seni tari “INTAN SARI” resmi mempunyai sertifikat atau ijin. Sejak berdiri Tahun 1977sampai dengan Tahun 1979 “INTAN SARI” memiliki anggota atau peserta didik sebanyak 30 siswa. Hingga Tahun 2008. Pendidikan seni tari “INTAN SARI” sudah memiliki alumni sebanyak 8.000 siswa yang semuanya tersebar di berbagai kota dan
mancanegara, diantaranya : Jepang, Nederland, Amerika, Australia , Kanada, Korea, dan Dubai. Sampai saat ini Pendidikan seni tari “INTAN SARI” masih tetap eksis. 

    Yang mengikuti pelatihan nari didalam sanggar ini dari berbagai kalangan dimulai dari anak kecil yang belum sekolah hingga  mahasiswa dan juga ibu rumah tangga. Dahulu sanggar ini menggunakan tingkatan karena sanggar yang berbasis pendidikan dan tingkatan tariannya itu dimulai dari tari dasar yang dimana orang yang mengikuti belum mempunyai basic menari. Dalam tingkat dasar ini biasanya menggunakan tarian dewi yang berasal dari sunda. Kalau langsung ingin belajar tarian topeng namun kita tidak memiliki basic itu pasti akan sedikit susah,karena didalam tari topeng memiliki pakem yang tidak bisa diubah dan memiliki gerakan pokok sekitar ±20. Dan memang diharuskan mengikuti tari dasar/tari dewi sekitar 2-3 bulan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk mengikuti pelatihan tarian topeng atau yang lainnya. Terkecuali memang sudah memiliki dasar menari bisa langsung mengikuti pelatihan tari. Dan didalam sanggar ini ada 2 macam tarian yaitu tarian Sunda dan Cirebon. Karena orangtua yang memiliki sanggar ini berasal dari sunda maka diadakannya tarian sunda yang sudah menjadi turun menurun sejak dulu. Dan karena ia tinggal dicirebon maka ia pun harus bisa menari tarian Cirebon seperti tari topeng tari jaipong .
    Macam-macam tarian sunda yang ada didalam sanggar ini yaitu topeng sunda,topeng koncara,dan tari wayang. Penghargaan yang sudah didapat dari lpm ini adalah nominasi tutor terbaik ditingkat Jawa Barat pada tahun kemarin dan menjadi juara dalam 3 tahun berturut -turut dalam nominasi ini. LKP ini sudah memiliki ijin dari kemendikbud di dua cabang yang berbeda. Namun sayang sekali lpm yang sudah berdiri sejak tahun 1979 ini kurang diperhatikan oleh pihak kemendikbud. Lpm ini pun memiliki kurikulum tentang apa saja sih yang di ajarkan dalam lpm ini,bukan hanya gerakan saja yang diajarkan dalam lpm dan sanggar ini namun juga ada teori tentang tarian yang sedang mereka pelajari. Pada tahun 2015 lpm ini membawa nama kemendikbud dan memenangkan lomba kembali namun kemendikbud itu sendiri hanya memberikan sebuah piala nya saja tetapi tidak dengan sertifikat tidak diberikan kepada lpm tersebut.

     Bantuan yang di berikan oleh pihak dinas hanyalah sebuah sertifikat yang sudah di tanda tangani dari pihak dinas. Anak-anak yang mendapatkan sertifikat adalah anak-anak yang telah mengikuti ujian atau evaluasi. Untuk perlombaan yang diikuti perwakilan dari sanggar ini sendiri sampai ke daerah kuningan pada waktu yang lalu,namun untuk sekarang bagi anak-anak yang ingin mengikuti lomba bisa daftar secara pribadi tidak mengatasnamakan sanggar ini jadi pihak sanggar hanya memfasilitasi persiapan untuk anak-anak yang ingin mengikuti lomba secara pribadi. Untuk anak-anak yang mengikuti lomba sudah banyak ada yang ke daerah bandung dan ke luar negri pun banyak. Di sanggar ini juga menerima anak-anak yang ingin latihan untuk suatu pertunjukan seperti di sekolah yang hanya membutuhkan waktu yang sebentar namun hasilnya kurang maksimal tergantung anak-anaknya jika awalnya anak itu memiliki basicnya akan bener dan bagus.
      Di sanggar ini juga menyediakan peralatan yang lengkap untuk anggota yang baru bergabung bisa di pinjamkan dari sanggar ini. Latihan diadakan seminggu 2x yaitu hari senin dan kamis,satu kali pertemuan berdurasi dari  ½ jam – 45 menit paling lama. Kendala yang dialami dari anak-anak yang belajar disini berbagai macam ,kalau anak yang memiliki kemauan dalam waktu 1 bulan sudah bisa di kuasai namun jika anak yang tidak memiliki kemauan  atau hanya orangtua nya yang ingin anaknya bisa nari akan susah untuk dilatih dalam waktu 3 buln saja tidak akan cukup untuk menguasai tarian tersebut. di sanggar ini bebas menerima anggota yang ingin masuk kapan pun namun dalam waktu satu semester  sekali akan diadakan ujian. Setiap  ujian akan dipentaskan tarian yang mereka pelajari namun sebelum ujian orang tua akan dikasi teori dalam bentuk cara menggunakan kostum tarian tersebut dan juga diberi tau tentang bagaimana cara makeup nya. Karena dalam setiap tarian memiliki arti berbeda dan karakter yang berbeda-beda. Untuk tari topeng memiliki macam-macam karakter yang berbeda ada yang pemarah,suci,tegas. Untuk tarian merak memiliki karakter yang anggun dan lincah seperti burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Untuk disanggar ini sendiri dilatih langsung oleh pemilik sanggar tersebut yaitu ibu Rusiyanti,Sst dan juga di bantu oleh keluarga nya yang memang menguasai dunia kesenian. Untuk penari laki-laki khususnya di kota  Cirebon kurang banyak peminatnya,hanya beberpa laki-laki yang ikut pelatihan di sanggar ini seperti  Tomi Uli. 
     Untuk penari laki-laki yang besungguh-sungguh untuk mengikuti pelatihan yang ingin bercita-cita menjadi guru seperti contohnya Mas Kadi guru SD Kartini, sebagian anak laki-laki masih malu untuk mengikuti pelatihan apalagi latihan tari Tradisional.Sedangkan berbeda dengan daerah Jawa Tengah yang masih menjungjung tinggi kebudayaan tradisionalnya .Padahal Ibu Rusiyanti sendiri bisa keluar Negeri dengan tari bisa keThailand  dan ke Jepang,hongkong cumn dengan bekal menari .karena orang tua mendukung dan awalnya bukan ke luar negeri ibu sudah keliling Indonesia dari mulai Lampung, Padang, Aceh, Kalimantan, Samarinda, Kutai dan Sulawesinya. Dengan di ajak nari keliling ibu menjadi semangat juga , seneng . laki-laki sekarang susah . dulu prnah juga diajarkan gamelan kalo gamelan peminatnya kurang banyak ,sebab kalo musik gamelan harus 6 orang musik gamelan harus 1 kelompok itu 6 orang kalo kurang dari 6 orang musik gamelann tidak bisa dimainkan ,musik gamelan itu waktu tahun 2015 peminatnya banyak da di tahun 2019 makin sedikit dan jarang .setiap baju dan selendang sudah memili tari sendiri .


0 komentar:

Posting Komentar