Pendidikan
seni tari “ INTAN SARI “ berdiri Tahun
1977, diprakarsai oleh (alm) Bapak
H. Djaelani dan didukung oleh
(alm) Bapak S. Moong (Kepala Kodim
0614 Cirebon) sebagai Pelindung, dan sebagai Pembina yaitu Bapak Hudaya (Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Cirebon).
Pada
Tahun 1979 Pendidikan seni tari “INTAN SARI” resmi mempunyai sertifikat atau
ijin. Sejak berdiri Tahun 1977, sampai dengan Tahun 1979 “INTAN SARI”
memiliki anggota atau peserta didik sebanyak 30 siswa. Hingga Tahun 2008. Pendidikan seni tari “INTAN SARI”
sudah memiliki alumni sebanyak 8.000 siswa yang semuanya tersebar di berbagai
kota dan
mancanegara, diantaranya : Jepang,
Nederland, Amerika, Australia , Kanada, Korea, dan Dubai. Sampai saat ini Pendidikan seni tari “INTAN SARI” masih tetap
eksis.
Yang mengikuti pelatihan nari didalam sanggar ini dari
berbagai kalangan dimulai dari anak kecil yang belum sekolah hingga mahasiswa dan juga ibu rumah tangga. Dahulu
sanggar ini menggunakan tingkatan karena sanggar yang berbasis pendidikan dan tingkatan
tariannya itu dimulai dari tari dasar yang dimana orang yang mengikuti belum
mempunyai basic menari. Dalam tingkat dasar ini biasanya menggunakan tarian
dewi yang berasal dari sunda. Kalau langsung ingin belajar tarian topeng namun
kita tidak memiliki basic itu pasti akan sedikit susah,karena didalam tari
topeng memiliki pakem yang tidak bisa diubah dan memiliki gerakan pokok sekitar
±20.
Dan memang diharuskan mengikuti tari dasar/tari dewi sekitar 2-3 bulan sesuai
dengan kemampuan masing-masing untuk mengikuti pelatihan tarian topeng atau
yang lainnya. Terkecuali memang sudah memiliki dasar menari bisa langsung
mengikuti pelatihan tari. Dan didalam sanggar ini ada 2 macam tarian yaitu
tarian Sunda dan Cirebon. Karena orangtua yang memiliki
sanggar ini berasal dari sunda maka diadakannya tarian sunda yang sudah menjadi
turun menurun sejak dulu. Dan karena ia tinggal dicirebon maka ia pun harus
bisa menari tarian Cirebon seperti tari topeng tari jaipong .
Macam-macam
tarian sunda yang ada didalam sanggar ini yaitu topeng sunda,topeng koncara,dan tari
wayang. Penghargaan yang sudah didapat dari lpm ini adalah nominasi tutor
terbaik ditingkat Jawa Barat pada tahun kemarin dan menjadi juara dalam 3 tahun
berturut -turut dalam nominasi ini. LKP ini sudah memiliki ijin dari
kemendikbud di dua cabang yang berbeda. Namun sayang sekali lpm yang sudah
berdiri sejak tahun 1979 ini kurang diperhatikan oleh pihak kemendikbud. Lpm
ini pun memiliki kurikulum tentang apa saja sih yang di ajarkan dalam lpm
ini,bukan hanya gerakan saja yang diajarkan dalam lpm dan sanggar ini namun
juga ada teori tentang tarian yang sedang mereka pelajari. Pada tahun 2015 lpm
ini membawa nama kemendikbud dan memenangkan lomba kembali namun kemendikbud
itu sendiri hanya memberikan sebuah piala nya saja tetapi tidak dengan sertifikat
tidak diberikan kepada lpm tersebut.
Bantuan yang di
berikan oleh pihak dinas hanyalah sebuah sertifikat yang sudah di tanda tangani
dari pihak dinas. Anak-anak yang mendapatkan sertifikat adalah anak-anak yang
telah mengikuti ujian atau evaluasi. Untuk perlombaan yang diikuti perwakilan
dari sanggar ini sendiri sampai ke daerah kuningan pada waktu yang lalu,namun
untuk sekarang bagi anak-anak yang ingin mengikuti lomba bisa daftar secara
pribadi tidak mengatasnamakan sanggar ini jadi pihak sanggar hanya
memfasilitasi persiapan untuk anak-anak yang ingin mengikuti lomba secara
pribadi. Untuk anak-anak yang mengikuti lomba sudah banyak ada yang ke daerah
bandung dan ke luar negri pun banyak. Di sanggar ini juga menerima anak-anak
yang ingin latihan untuk suatu pertunjukan seperti di sekolah yang hanya
membutuhkan waktu yang sebentar namun hasilnya kurang maksimal tergantung
anak-anaknya jika awalnya anak itu memiliki basicnya akan bener dan bagus.
Di sanggar ini juga menyediakan peralatan yang lengkap untuk anggota yang
baru bergabung bisa di pinjamkan dari sanggar ini. Latihan diadakan seminggu 2x
yaitu hari senin dan kamis,satu kali pertemuan berdurasi dari ½ jam – 45 menit paling lama. Kendala yang
dialami dari anak-anak yang belajar disini berbagai macam ,kalau anak yang
memiliki kemauan dalam waktu 1 bulan sudah bisa di kuasai namun jika anak yang
tidak memiliki kemauan atau hanya
orangtua nya yang ingin anaknya bisa nari akan susah untuk dilatih dalam waktu
3 buln saja tidak akan cukup untuk menguasai tarian tersebut. di sanggar ini
bebas menerima anggota yang ingin masuk kapan pun namun dalam waktu satu
semester sekali akan diadakan ujian.
Setiap ujian akan dipentaskan tarian
yang mereka pelajari namun sebelum ujian orang tua akan dikasi teori dalam
bentuk cara menggunakan kostum tarian tersebut dan juga diberi tau tentang
bagaimana cara makeup nya. Karena dalam setiap tarian memiliki arti berbeda dan
karakter yang berbeda-beda. Untuk tari topeng memiliki macam-macam karakter yang
berbeda ada yang pemarah,suci,tegas. Untuk tarian merak memiliki karakter yang
anggun dan lincah seperti burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Untuk
disanggar ini sendiri dilatih langsung oleh pemilik sanggar tersebut yaitu ibu
Rusiyanti,Sst dan juga di bantu oleh keluarga nya yang memang menguasai dunia
kesenian. Untuk penari laki-laki khususnya di kota Cirebon kurang banyak peminatnya,hanya
beberpa laki-laki yang ikut pelatihan di sanggar ini seperti Tomi Uli.
Untuk penari laki-laki yang
besungguh-sungguh untuk mengikuti pelatihan yang ingin bercita-cita menjadi
guru seperti contohnya Mas Kadi guru SD Kartini, sebagian anak laki-laki masih
malu untuk mengikuti pelatihan apalagi latihan tari Tradisional.Sedangkan
berbeda dengan daerah Jawa Tengah yang masih menjungjung tinggi kebudayaan
tradisionalnya .Padahal Ibu Rusiyanti sendiri bisa keluar Negeri dengan tari
bisa keThailand dan ke Jepang,hongkong
cumn dengan bekal menari .karena orang tua mendukung dan awalnya bukan ke luar
negeri ibu sudah keliling Indonesia dari mulai Lampung, Padang, Aceh, Kalimantan, Samarinda, Kutai dan Sulawesinya. Dengan di ajak nari keliling
ibu menjadi semangat juga , seneng . laki-laki sekarang susah . dulu prnah juga
diajarkan gamelan kalo gamelan peminatnya kurang banyak ,sebab kalo musik
gamelan harus 6 orang musik gamelan harus 1 kelompok itu 6 orang kalo kurang
dari 6 orang musik gamelann tidak bisa dimainkan ,musik gamelan itu waktu tahun
2015 peminatnya banyak da di tahun 2019 makin sedikit dan jarang .setiap baju
dan selendang sudah memili tari sendiri .





0 komentar:
Posting Komentar