Minggu, 30 Agustus 2026

Kekeringan Meluas di Bali, 529 KK di Tiga Kabupaten Terdampak

Kekeringan Meluas di Bali, 529 KK di Tiga Kabupaten Terdampak

Musim kemarau 2026 mulai memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Bali. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali periode 11 April hingga 28 Agustus 2026, sebanyak 529 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 14 desa atau kelurahan.

Tiga kabupaten yang tercatat mengalami dampak kekeringan adalah Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Di Buleleng, wilayah terdampak meliputi Desa Sinabun, Madenan, dan Menyali. Sementara di Jembrana terdapat delapan wilayah terdampak, sedangkan Karangasem mencatat tiga desa, yakni Baturinggit, Tianyar Timur, dan Tianyar. (BALIPOST.com)

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih warga meningkat. Untuk membantu masyarakat, BPBD Bali bersama pemerintah daerah telah menyalurkan 611.200 liter air bersih hingga 28 Agustus. Distribusi tersebut mencakup 356.200 liter untuk Jembrana, 190.000 liter untuk Buleleng, dan 65.000 liter untuk Karangasem. (BALIPOST.com)

BPBD Bali menyebut musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang, lebih kering, dan disertai suhu yang relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah. Situasi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga dapat memicu kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran permukiman. (Antara News Bali)

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah rawan. Penanganan kekeringan juga perlu dilakukan melalui penyediaan sumber air, infrastruktur penyimpanan, jaringan distribusi, serta koordinasi antarinstansi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan dampak kemarau dapat ditekan. (BALIPOST.com)


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kekeringan-meluas-di-bali-529-kk-di-tiga-kabupaten-terdampak

0 komentar:

Posting Komentar