
Drama antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Setelah sebelumnya bersinggungan soal pengasuhan anak, kini perhatian publik tertuju pada polemik audit nafkah dan pengeluaran anak. Pihak Sarwendah menyatakan pembukuan penggunaan nafkah telah dilakukan dan hasilnya sudah tersedia. Namun, kubu Ruben justru mempertanyakan apakah proses tersebut benar-benar dapat disebut sebagai audit karena menurut kuasa hukum Ruben, audit seharusnya dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. detikhot
Polemik tersebut kemudian berkembang menjadi saling klarifikasi di ruang publik. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menilai istilah audit yang digunakan pihak Sarwendah perlu diluruskan. Sementara itu, pihak Sarwendah menegaskan siap membuka data terkait penggunaan nafkah anak kepada Ruben. Perbedaan pandangan inilah yang membuat persoalan rumah tangga mantan pasangan tersebut kembali menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan publik. detikhot
Belum selesai soal audit, muncul pula isu mengenai hubungan Ruben dengan anak-anaknya. Kubu Ruben menanggapi pemberitaan yang menyebut anak-anak disebut takut atau enggan bertemu sang ayah. Minola Sebayang mempertanyakan dasar klaim tersebut dan meminta persoalan yang menyangkut kondisi psikologis anak tidak sekadar menjadi pernyataan tanpa bukti atau evaluasi yang jelas. https://celebrity.okezone.com/
Di tengah panasnya polemik tersebut, persoalan Ruben dan Sarwendah kini juga masuk ke ranah hukum perdata. Sarwendah telah mendaftarkan gugatan dugaan wanprestasi terhadap Ruben Onsu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pihak Sarwendah menegaskan gugatan itu bukan perkara harta gono-gini, melainkan berkaitan dengan pelaksanaan kesepakatan yang tercantum dalam akta perjanjian sebelumnya. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober 2026. detikhot
Dengan semakin banyaknya persoalan yang muncul, publik kini dibuat penasaran: apakah polemik audit nafkah akan menjadi titik terang atau justru membuka babak baru perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah? Apalagi, kedua pihak sama-sama memiliki versi masing-masing mengenai persoalan yang sedang berjalan. Yang jelas, perhatian publik kini tertuju pada persidangan mendatang dan bagaimana masing-masing pihak akan membawa bukti serta argumennya ke hadapan hukum. detikcom




0 komentar:
Posting Komentar